Lalu Hadrian Irfani: Lemahnya Pendidikan Karakter Picu Kekerasan Sekolah Terus Berulang
Kamis, 22 Januari 2026, 12:16:39 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, menilai lemahnya pendidikan karakter menjadi salah satu faktor utama maraknya kekerasan di lingkungan sekolah dan perguruan tinggi sepanjang tahun 2025.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini terlalu berfokus pada capaian akademik, sementara pembentukan karakter, etika, dan akhlak peserta didik belum mendapat perhatian yang seimbang.
“Pendidikan karakter tidak bisa dikesampingkan. Kalau pendidikan hanya mengejar prestasi akademik, maka kekerasan akan terus berulang,” ujar Lalu Hadrian, Kamis (22/1/2026).
Ia mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 1.000 kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, dengan berbagai bentuk mulai dari kekerasan verbal hingga fisik.
Politisi PKB asal Daerah Pemilihan NTB II itu menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bertujuan memanusiakan manusia. Karena itu, maraknya kekerasan menunjukkan adanya penyimpangan serius dalam praktik pendidikan nasional.
“Kalau masih ada kekerasan di sekolah, berarti ada yang salah dalam sistem pendidikan kita. Pendidikan seharusnya membentuk manusia yang beradab, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Lalu Hadrian juga menyinggung sejumlah kasus kekerasan yang melibatkan guru dan siswa, termasuk peristiwa di sebuah SMK di Jambi yang berujung pada konflik fisik. Menurutnya, kasus semacam ini mencerminkan rusaknya relasi edukatif antara pendidik dan peserta didik.
Ia menambahkan, guru seharusnya menjadi figur teladan dan panutan moral bagi siswa. Ketika guru justru terlibat konflik atau kekerasan, maka nilai-nilai pendidikan karakter akan runtuh.
“Guru harus menjadi contoh. Sosok yang dihormati dan diidolakan siswa, bukan ditakuti atau bahkan dibenci,” ujarnya.
Karena itu, Lalu Hadrian mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk memperkuat kembali pendidikan karakter di sekolah sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional.
“Penguatan karakter harus menjadi prioritas. Ini penting agar dunia pendidikan benar-benar menjadi ruang aman, humanis, dan bermartabat,” pungkasnya.
Berita terkait
Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji...
Mafirion: Negara Wajib Hadir Lindungi Korban...
Gus Hilman: PTS Tertekan, Kebijakan Kampus...
Gus Abduh: Tokoh Agama Tak Boleh...
Asep Romy Romaya Desak Larangan Whip...
Kebocoran Gas di Cilegon, Ratna Juwita...
Berita Terbaru
Penerimaan Road Map: Kekalahan atau Kenegarawanan?...
Hasto Kristiyanto: Program Makan Gratis Harus...
