Berita Senayan
Network

Hindun Anisah: Mahal RPH dan Feedloter Picu Rencana Mogok Pedagang Sapi

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026, 12:43:52 WIB
Hindun Anisah: Mahal RPH dan Feedloter Picu Rencana Mogok Pedagang Sapi
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Anisah.



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah, menilai mahalnya biaya rumah potong hewan (RPH) dan tingginya harga sapi hidup dari feedloter menjadi pemicu utama rencana mogok pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek.

Menurut Hindun, kondisi tersebut membuat pedagang berada dalam tekanan berat karena biaya operasional terus meningkat, sementara daya beli masyarakat justru melemah akibat harga daging sapi yang semakin tinggi.

“Banyak pedagang mengeluhkan tarif RPH yang terlalu mahal, padahal harga sapi hidup relatif stabil. Ini yang membuat biaya operasional melonjak dan margin pedagang makin tertekan,” ujar Hindun di Jakarta, Rabu (21/1/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan, jika persoalan biaya RPH tidak segera ditertibkan, maka harga daging sapi di tingkat konsumen akan terus tinggi. Kondisi tersebut berpotensi memperburuk situasi pasar dan memicu aksi mogok jualan secara massal.

“Kalau pedagang dipaksa menyembelih sendiri, itu tidak efisien dan justru menambah beban. Pemerintah harus hadir mengatur agar biaya RPH lebih rasional,” tegasnya.

Selain itu, Hindun juga menyoroti struktur pasokan sapi potong yang saat ini didominasi feedloter besar. Menurutnya, dominasi tersebut membuat pedagang kecil tidak memiliki posisi tawar dalam menentukan harga beli sapi hidup.

“Harga sapi dari feedloter sudah tinggi sejak awal. Pedagang tidak punya banyak pilihan karena pasokan didominasi pihak tertentu. Ini membuat rantai usaha menjadi tidak sehat,” jelasnya.

Ia meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pengendalian harga di tingkat pedagang, tetapi juga mengevaluasi harga di tingkat hulu agar tidak terjadi ketimpangan yang merugikan pedagang dan konsumen.

“Kalau dari hulunya mahal, mau tidak mau harga di hilir ikut naik. Akhirnya masyarakat yang paling dirugikan,” ujarnya.

Hindun mengingatkan, apabila kondisi ini terus dibiarkan, maka rencana mogok pedagang daging sapi se-Jabodetabek bisa benar-benar terjadi dan berdampak luas pada pasokan serta stabilitas harga pangan.

“Pemerintah tidak boleh menunggu situasi semakin parah. Harus ada solusi konkret agar pedagang tidak semakin terjepit dan masyarakat tetap bisa mengakses daging sapi dengan harga terjangkau,” pungkasnya (red)


Berita terkait

Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji Demi Jamaah
Sari Yuliati: DPR Kawal UU Haji...
2 Februari 2026, 18:35:21