APSIPOL Kukuhkan Pengurus Baru, Bahas Arah Ilmu Politik
Jumat, 21 November 2025, 15:36:20 WIB
DEPOK, BERITA SENAYAN – Asosiasi Program Studi Ilmu Politik Indonesia (APSIPOL) resmi melantik Pengurus Nasional periode 2025–2028 sekaligus menggelar Rapat Kerja, Kuliah Umum, dan Sosialisasi Lamspak pada Kamis, 20 November 2025. Acara bertema “Bergerak Bersama Membangun APSIPOL yang Lebih Maju dan Berdampak” ini berlangsung di FISIP Universitas Indonesia secara luring dan daring melalui Zoom Meeting, dihadiri pengurus APSIPOL, para ketua Program Studi Ilmu Politik, serta dosen ilmu politik dari berbagai perguruan tinggi.
Ketua Dewan Penasehat APSIPOL, Prof. Dr. Caroline Paskarina, S.IP., M.Si, menyatakan bahwa momentum pelantikan dan rapat kerja menjadi fase penting dalam memperkuat peran APSIPOL sebagai organisasi keilmuan yang menaungi perguruan tinggi penyelenggara Program Studi Ilmu Politik di Indonesia.
Menurut Caroline, APSIPOL telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan ilmu politik sekaligus menjawab tantangan nasional dan global. Ia menegaskan tiga mandat utama yang harus diperkuat, yaitu pengembangan fondasi akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan konektivitas antara ilmu politik dengan kebutuhan pembangunan nasional.
“Pengurus baru harus bekerja dengan komitmen dan kolaborasi untuk memastikan ilmu politik tetap relevan dan berdampak,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi senior Prof. Dr. Maswadi Rauf, MA, dalam kuliah umum menyampaikan bahwa perkembangan ilmu politik selama 50 tahun terakhir cukup pesat, tercermin dari peningkatan jumlah jenjang pendidikan, departemen, dosen, dan mahasiswa. Namun menurutnya, kurikulum harus terus diperkuat agar benar-benar mencerminkan ilmu politik yang substansial dan bukan sekadar formalitas struktur akademik.
Ketua Umum APSIPOL periode 2025–2028, Dr. Asep A. Sahid Gatara, M.Si, menyoroti tantangan serius dalam dunia politik, termasuk tren kemunduran demokrasi dan kemandegan kompetensi politisi. Menurutnya, masa depan ilmu politik perlu dijawab melalui peningkatan kapasitas dan kontribusi nyata terhadap tata kelola demokrasi serta penguatan integritas pemerintahan.
Asep juga memperkenalkan konsep “APSIPOL Getol”, yakni bingkai nilai perjuangan asosiasi berbasis prinsip equity, equality, trust, openness, dan love.
“Ilmu politik harus berdampak bagi kemajuan negara dan dunia yang lebih baik serta melahirkan budaya politik yang berkeadaban,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan ini menjadi awal kerja kolaboratif APSIPOL dalam menyusun program unggulan 2025–2028 dan memetakan arah masa depan keilmuan politik di Indonesia (red)
Berita terkait
Milenials Freedom Deklarasikan Dukungan ke Abah...
Demokrasi di Ambang Retak: Ketika PBNU...
Biaya Gerai Koperasi Merah Putih Dinilai...
Badko HMI Jawa Timur Audiensi Dengan...
DR. Dhifla Nilai KUHAP Baru Perkuat...
Kohati Ushuluddin Gelar Bedah PDK I...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
