BPIH Turun, Selly Andriany : Jangan Kurangi Kualitas Layanan Haji
Kamis, 30 Oktober 2025, 08:58:33 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah agar penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M tidak mengorbankan kualitas pelayanan kepada jemaah. Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina, dalam Rapat Kerja dengan Kementerian Haji dan Umrah di Gedung Nusantara II, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Dalam rapat tersebut, pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH 2026 sebesar Rp87,4 juta per jemaah, dengan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang dibayarkan langsung oleh jemaah sebesar Rp54,19 juta. Angka ini turun sekitar Rp2,8 juta dari tahun sebelumnya.
Selly menilai penurunan ini merupakan langkah positif, namun menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh berdampak pada mutu pelayanan haji.
“Kami mendukung upaya efisiensi, tapi jangan sampai penghematan biaya justru menurunkan standar layanan. Pemerintah harus menjamin kualitas akomodasi, transportasi, konsumsi, dan seluruh aspek penyelenggaraan haji,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan itu.
Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kontrak kerja sama, baik dengan pihak penyedia jasa di Arab Saudi maupun dalam pengelolaan keuangan haji oleh pemerintah.
“Keterbukaan informasi menjadi kunci agar pengawasan publik dan DPR bisa berjalan efektif. Jemaah harus tahu apa yang mereka dapatkan dari biaya yang dibayarkan,” ujarnya.
Selain itu, Selly mengingatkan agar dua syarikah (perusahaan layanan haji di Arab Saudi) yang ditunjuk pemerintah benar-benar memberikan pelayanan maksimal, tanpa mengulang masalah yang kerap terjadi seperti keterlambatan konsumsi atau hotel di bawah standar.
Ia pun mengapresiasi langkah cepat DPR dan pemerintah dalam merumuskan BPIH 2026. Namun, Selly berharap keputusan ini juga diikuti dengan peningkatan kualitas layanan dan transparansi informasi bagi calon jemaah haji Indonesia.
“Keputusan ini diharapkan menjadi kabar baik bagi umat Islam. Tapi yang lebih penting, bagaimana jemaah benar-benar merasakan pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” pungkasnya (red)
Berita terkait
Komisi V Dukung Penguatan dan Pengembangan...
DPR dan Pemerintah Sepakat Turunkan BPIH,...
Golkar Kawal Revisi UU Sisdiknas Perkuat...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
