Gus Jazil Apresiasi Gelar Pahlawan Nasional Gus Dur dan Syeikhona Kholil
Senin, 10 November 2025, 15:05:48 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, menyampaikan apresiasi mendalam atas keputusan pemerintah yang resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan ulama besar Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.
Menurut Gus Jazil, kedua tokoh tersebut merupakan figur besar yang memiliki kontribusi luar biasa bagi bangsa, terutama dalam bidang keagamaan, kebangsaan, serta perjuangan kemanusiaan.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur dan Syaikhona Kholil. Ini adalah bentuk pengakuan negara atas jasa besar mereka dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebangsaan,” ujar Gus Jazil di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Wakil Ketua Umum PKB itu menjelaskan bahwa Syaikhona Kholil merupakan guru para pendiri Nahdlatul Ulama (NU), termasuk KH Hasyim Asy’ari. Pemikiran dan perjuangannya telah melahirkan generasi ulama dan santri yang berperan besar dalam sejarah bangsa.
Sementara itu, Gus Dur dikenal sebagai tokoh pluralisme, demokrasi, dan kemanusiaan yang memperjuangkan kepentingan seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang agama, suku, atau golongan. “Gus Dur adalah simbol keberanian moral dan teladan dalam memperjuangkan kemanusiaan serta demokrasi. Beliau milik seluruh bangsa Indonesia,” lanjut mantan Wakil Ketua MPR RI tersebut.
Gus Jazil menegaskan bahwa momentum ini penting untuk mengingatkan generasi muda agar meneladani nilai-nilai perjuangan dua tokoh besar tersebut. “Semoga semangat perjuangan Gus Dur dan Syaikhona Kholil terus menginspirasi generasi penerus dalam menjaga keutuhan NKRI dan menegakkan nilai-nilai kebangsaan,” tambahnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo tahun ini menetapkan 10 tokoh sebagai Pahlawan Nasional. Selain Gus Dur dan Syaikhona Kholil, terdapat pula Presiden kedua Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Tuan Rondahaim Saragih, dan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara (red).
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
