JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut langsung kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan itu, Puan menegaskan hubungan Indonesia dan India memiliki ikatan sejarah yang kuat sejak awal kemerdekaan dan harus terus diperkuat di tengah dinamika global.
Kunjungan Modi ke parlemen dilakukan usai menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka. Kedatangannya disambut jajaran pimpinan lembaga negara, di antaranya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, serta Ketua DPR Puan Maharani.
Dalam sambutannya, Puan menyampaikan apresiasi atas kunjungan Narendra Modi ke Gedung DPR RI. Ia mengaku merasa terhormat dapat kembali bertemu dengan Modi setelah terakhir kali bertemu dalam Konferensi Parlemen di India pada 2023.
“Saya ingin mengucapkan selamat datang kepada Yang Mulia, Perdana Menteri Republik India, Bapak Narendra Modi. Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Yang Mulia beserta rombongan di gedung DPR RI,” ujar Puan.
Puan juga mengingatkan bahwa hubungan Indonesia dan India dibangun di atas fondasi sejarah yang panjang. Menurutnya, kedekatan kedua negara telah terjalin sejak Presiden pertama RI, Sukarno, menghadiri Hari Republik India pertama pada 1950 sebagai tamu kehormatan.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut semakin kokoh ketika Indonesia dan India menjadi penggagas Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian melahirkan semangat Gerakan Non-Blok.
“Beberapa tahun kemudian Indonesia dan India bersama menjadi sponsor Konferensi Asia Afrika di Bandung pada 1955 yang kemudian menjadi fondasi Gerakan Non-Blok,” kenang Puan.
Sebelum menghadiri agenda di Kompleks Parlemen, Narendra Modi terlebih dahulu melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan India menyepakati penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, mulai dari energi terbarukan, transformasi digital, hingga pengembangan teknologi nuklir.
Presiden Prabowo mengatakan kedua negara sepakat memperluas kolaborasi untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), sekaligus meningkatkan kerja sama dalam pertukaran teknologi dan pengembangan kapasitas di bidang nuklir.
Kunjungan Narendra Modi ke Indonesia dinilai menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan bilateral kedua negara, baik di bidang politik, ekonomi, teknologi, maupun diplomasi parlementer (red)

Berita terkait