PKB Ingatkan Pemerintah Rencanakan Matang Kebijakan Bahasa Asing
Jumat, 24 Oktober 2025, 17:51:43 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani, mengingatkan pemerintah agar kebijakan pengajaran bahasa asing di sekolah, termasuk rencana pengajaran bahasa Portugis, dilakukan dengan perencanaan yang matang dan terukur.
Menurutnya, kebijakan pendidikan tidak boleh hanya bersifat simbolis, tetapi harus memiliki manfaat strategis dan relevansi jangka panjang bagi peserta didik.
“Kebijakan pengajaran bahasa asing, termasuk bahasa Portugis, harus dirancang dengan perencanaan yang matang agar benar-benar memperkuat daya saing global pelajar Indonesia,” kata Lalu Hadrian di Jakarta, Jumat (24/10/2025).
Lalu menilai penting bagi Kementerian Pendidikan untuk melakukan kajian menyeluruh terhadap potensi kerja sama dengan negara-negara berbahasa Portugis seperti Brasil, Portugal, dan Timor Leste, serta mengukur dampak kebijakan terhadap kurikulum nasional yang sudah padat.
“Kementerian perlu memastikan manfaat strategisnya jelas, baik dari sisi hubungan diplomatik, ekonomi, maupun relevansinya dengan kebutuhan masa depan siswa,” ujarnya.
Bahasa Asing Jangan Geser Bahasa Nasional
Politisi PKB asal Nusa Tenggara Barat ini juga menegaskan bahwa pengajaran bahasa asing tidak boleh menggeser peran bahasa Indonesia dan bahasa daerah sebagai identitas bangsa.
“Kami mendukung penguatan kompetensi global, tapi jangan sampai melupakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Itu bagian dari jati diri nasional,” tegasnya.
Meski menekankan kehati-hatian, Lalu tetap menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas pengajaran bahasa asing. Namun, ia menekankan pentingnya mekanisme implementasi yang realistis dan terukur.
“Kami mendukung kebijakan Presiden Prabowo, tapi Mendiktisaintek dan Mendikdasmen perlu menyiapkan strategi implementasi yang matang agar tidak tumpang tindih dengan kurikulum yang sudah ada,” ujarnya.
Lalu menambahkan, pendidikan bahasa asing seharusnya menjadi alat memperkuat konektivitas global tanpa mengabaikan akar budaya nasional yang menjadi ciri khas pendidikan Indonesia (red).
Berita terkait
RUU Komoditas Strategis Dinilai Abaikan Potensi...
Kekerasan Anak di Sekolah Meningkat, DPR...
Geger Ibu Hamil Meninggal Usai Ditolak...
Selly Desak Revisi Jadwal Masyair Demi...
DPR Minta SOP Anti-Bullying Diterapkan di...
Rina Sa’adah Desak Usut Tuntas Kasus...
Berita Terbaru
Transformasi Digital Jadi Fokus Baru Pengajian...
Pengajian Al Hidayah Lantik Pengurus Baru...
