PSI Bagikan Video Jokowi Tanpa Suara, Publik Bertanya-Tanya
Kamis, 02 Oktober 2025, 17:35:06 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menyita perhatian publik usai membagikan video Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat bertemu jajaran pengurusnya di Waroeng Kopi Klotok, Seminyak, Bali, Rabu (1/10/2025).
Video yang diunggah lewat akun resmi Instagram @psi_id, Kamis (2/10/2025), memperlihatkan Jokowi duduk di antara elite PSI seperti Ketua Umum Kaesang Pangarep, Ketua Harian Ahmad Ali, Sekjen Raja Juli Antoni, dan sejumlah pengurus lainnya.
Namun yang menarik, video tersebut diunggah tanpa suara sehingga publik tidak mengetahui apa yang sebenarnya disampaikan Jokowi dalam pertemuan itu. Hal ini kemudian memunculkan tanda tanya besar mengenai isi pembicaraan yang berlangsung.
Sekretaris Dewan Pembina PSI Grace Natalie Louisa mengakui bahwa Jokowi memang memberikan arahan penting kepada pengurus partai. “Beliau memberikan arahan-arahan penting kepada pengurus,” ujarnya, Kamis (2/10/2025).
Kendati demikian, Grace enggan membeberkan isi arahan tersebut. “Ada wejangan khusus, tapi itu untuk pengurus saja,” katanya singkat.
Publik menduga, isi pembicaraan Jokowi dengan PSI berkaitan dengan isu dirinya yang santer disebut sebagai Ketua Dewan Pembina PSI, menyusul adanya sosok berinisial J dalam struktur kepengurusan 2025–2030.
Namun hingga kini, PSI masih bungkam mengenai siapa sosok berinisial J tersebut. Bahkan, Ketum Kaesang sebelumnya hanya menyebut J sebagai tokoh berlatar politikus dan pengusaha.
Pertemuan Jokowi dengan PSI di Bali ini pun semakin menimbulkan spekulasi, terutama karena mantan Gubernur DKI Jakarta itu hingga kini belum bergabung dengan partai manapun pasca diberhentikan dari PDI Perjuangan (red)
Berita terkait
AMPG DKI Umumkan 301 Pengurus Baru,...
Anas Urbaningrum: Kompetisi Politik Harus Ksatria...
Dukung Pemutusan Akses Grok, Ketua KPPG...
Prasetyo Hadi: Sikap Demokrat Soal Pilkada...
Hadapi Pemilu 2029, Kaesang Pangarep: PSI...
Sarmuji: Komunikasi Informal Antarpartai Bahas Koalisi...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
