Himmatul Aliyah: Sekolah Inklusif Wajib Siapkan Guru Pendamping Khusus
UNGGARAN, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aliyah menegaskan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan sekolah inklusif. Menurutnya, kebijakan penerimaan peserta didik inklusif harus dibarengi kesiapan Guru Pendamping Khusus (GPK) agar anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak tertinggal dalam proses belajar.
Dalam kunjungan kerja reses di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Komisi X DPR RI menerima aspirasi bahwa terdapat 1.268 siswa inklusif yang membutuhkan dukungan tenaga pendamping memadai, peningkatan kompetensi guru, serta penyesuaian kurikulum dan sarana-prasarana.
“Kalau memang mau menjadi sekolah inklusif, harus siap. Tenaga gurunya harus disiapkan. Jangan sampai siswa inklusif tidak mendapatkan guru yang tepat sehingga akhirnya tertinggal dibandingkan yang lain,” ujar Himmatul, Selasa (24/2/2026).
Ia menilai banyak sekolah belum siap dari sisi tenaga pengajar, meski kewajiban menerima peserta didik inklusif telah berlaku. Karena itu, penguatan pelatihan GPK dan pemerataan penempatan tenaga pendamping perlu dijadikan prioritas kebijakan nasional agar layanan inklusif tidak timpang antarwilayah.
Himmatul juga menekankan bahwa penguatan layanan inklusif sejalan dengan mandat regulasi yang berlaku, termasuk Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Undang-Undang Penyandang Disabilitas. Menurutnya, negara harus hadir memastikan implementasi di lapangan berjalan konsisten, bukan sekadar formalitas kebijakan.
Komisi X DPR RI, lanjutnya, akan mengawal revisi Undang-Undang Sisdiknas agar kesiapan guru pendamping dan dukungan sistem bagi sekolah inklusif dipertegas dalam kerangka regulasi dan penganggaran (red)
Berita terkait
Kunker ke Sidoarjo, Komisi X DPR...
Sambut Ramadhan 1447 H, Karmila Sari...
Lisda Hendrajoni: Saya Kawal Langsung Bantuan...
Bonnie Triyana Salurkan Bantuan PIP Jalur...
Lita Machfud Salurkan 15.791 Beasiswa PIP...
Sosialisasi Empat Pilar, Dina Lorenza :...
Berita Terbaru
Politik Tafsir Statement Bahlil : Tulis...
Himmatul Aliyah: Sekolah Inklusif Wajib Siapkan...
