Berita Senayan
Network

Siswa MAN IC Pekalongan Luncurkan Inovasi Olah Sampah “KomProMi”

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 03 Februari 2026, 21:00:50 WIB
Siswa MAN IC Pekalongan Luncurkan Inovasi Olah Sampah “KomProMi”
Keterangan foto: Ali Rayyan (kanan) bersama siswa melakukan inovasi olah sampah yang cepat, higienis, tanpa bau dan tanpa emisi bertajuk “KomProMi”



PEKALONGAN, BERITA SENAYAN – Siswa MAN Insan Cendekia (IC) Pekalongan telah meluncurkan program inovatif pengolahan sampah makanan bertajuk “KomProMi” (Komposting Projek Mizan). Aksi ini menjadi contoh konkret implementasi arahan Presiden Prabowo dalam membangun generasi muda peduli lingkungan.

Sebelumnya, dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul (02/02), Presiden Prabowo menegaskan pentingnya gerakan kolektif berbasis pendidikan untuk mengatasi krisis sampah. Siswa diharapkan terlibat sebagai ujung tombak perubahan budaya lingkungan.

Semangat tersebut dilakukan oleh siswa MAN IC Pekalongan melalui KomProMi, program pengolahan food waste berbasis metode Bokashi Composting yang cepat, higienis, tanpa bau, dan tanpa emisi.

“Kami bangga anak-anak kami punya inisiatif, ide, dan melakukannya dalam aksi nyata, termasuk dalam mencari sponsor atau pembiayaannya di tengah kesibukan mereka dalam belajar dan mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tutur Khoirul Anam, Kepala Madrasah MAN IC Pekalongan melalui keterangan tertulis, (3/2/2026).

MAN IC Pekalongan akan terus mendorong program ini menjadi pilot project nasional, khususnya bagi sekolah berasrama serta diperluas ke 25 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia. MAN IC Pekalongan juga mengapresiasi aksi Ali Rayyan sebagai Ketua Program ini. Rayyan, sapaan akrabnya, kini memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dari enam universitas luar negeri bergengsi pada jurusan Teknik Lingkungan memang fokus meneliti lingkungan.

“Apalagi Ketuanya, Mas Rayyan sangat aktif dalam isu lingkungan, pernah terlibat dalam riset pengelolaan limbah batik, menjadi pembicara forum internasional eko-teologi, serta alumni pertukaran pelajar Finlandia 2024/2025,” tambah Khoirul Anam.

Program KomProMi melibatkan lebih dari 50 siswa dan diketuai oleh Ahmad Ali Rayyan Shahab, siswa kelas XII MAN IC Pekalongan. KomProMi mengintegrasikan pendekatan eko-teologi dan ekonomi sirkular, dengan menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi kesadaran ekologis.

“Nama KomProMi merupakan akronim dari Komposting Projek Mizan, dengan Mizan merujuk pada konsep keseimbangan dalam Al-Qur’an (QS. Ar-Rahman: 7–9), yang menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi,” ujar Rayyan, siswa sekaligus ‘aktivis’ lingkungan.

Selain membangun sistem pengolahan sampah makanan di lingkungan sekolah, KomProMi juga menjalankan program edukasi, kampanye visual, dan seminar lingkungan berbasis nilai keislaman. Sampah makanan diolah melalui fermentasi anaerobik selama 10–14 hari hingga menjadi kompos yang dimanfaatkan untuk penghijauan sekolah dan urban farming.

Project ‘KomProMi’ lahir dari organisasi lingkungan siswa bernama ‘Atma Bawana’. Organisasi yang didirikan oleh beberapa siswa MAN IC memilih kata atma berarti jiwa dan bawana berarti dunia dari bahasa Sansakerta.

“Atma Bawana menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan sehat, sekaligus membangun budaya peduli lingkungan berbasis nilai moral dan spiritual. Kita menekankan pendekatan holistik, yakni menggabungkan aksi nyata, kampanye kreatif, dan eko-teologi di sekolah,” tutur Aisyah Auliyah Anisa, salah seorang pendiri Atma Bawana (red)


Berita terkait

Demo Menkeu, Aktivis Sumut : Penyaluran KUR Sarat Pelanggaran Sistemik
Demo Menkeu, Aktivis Sumut : Penyaluran...
21 Januari 2026, 16:17:09
Andi Syafrani: Rakernas II LIRA Upaya Mencari Solusi Bangsa
Andi Syafrani: Rakernas II LIRA Upaya...
16 Januari 2026, 19:06:19
PPKD Masalili Umumkan Calon Kades yang Lolos Verifikasi, Dua Dinilai Tidak Memenuhi Syarat
PPKD Masalili Umumkan Calon Kades yang...
10 Januari 2026, 10:41:06