Berita Senayan
Network

Habib Syarief: Kemendikdasmen Harus Usut Tuntas Tragedi Ngada NTT

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 03 Februari 2026, 14:20:27 WIB
Habib Syarief: Kemendikdasmen Harus Usut Tuntas Tragedi Ngada NTT
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief Muhammad



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Habib Syarief, menegaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) harus melakukan pengusutan menyeluruh terkait tragedi meninggalnya siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menilai kasus ini mengindikasikan kemungkinan kegagalan sistem pemenuhan bantuan pendidikan dasar.

Menurut Habib, negara tidak boleh menutup mata terhadap fakta bahwa kebutuhan paling mendasar seperti buku dan alat tulis masih menjadi beban berat bagi sebagian keluarga miskin.

“Kasus ini harus diusut tuntas. Kita perlu memastikan apakah sistem bantuan pendidikan benar-benar berjalan dan tepat sasaran, atau justru ada kelalaian yang dibiarkan berlarut-larut,” ujar Habib Syarief di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menekankan bahwa anggaran pendidikan nasional yang besar seharusnya mampu menjamin seluruh siswa, khususnya di jenjang pendidikan dasar, memperoleh perlengkapan belajar tanpa hambatan ekonomi.

“Kalau anggaran pendidikan besar tapi masih ada anak yang tidak bisa sekolah dengan layak, berarti ada masalah serius dalam tata kelola dan pengawasan,” katanya.

Habib juga menyoroti lemahnya peran deteksi dini oleh sekolah dan pemerintah daerah. Menurutnya, kepala sekolah dan guru semestinya memiliki data dan kepekaan sosial untuk mengetahui kondisi ekonomi serta tekanan psikologis yang dialami peserta didik.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tapi juga ruang perlindungan. Ketika anak mengalami tekanan berat karena kemiskinan, negara harus hadir melalui sekolah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib mendorong Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah melakukan pendataan ulang kondisi sosial-ekonomi siswa, khususnya di wilayah tertinggal seperti NTT. Ia juga meminta penguatan program bantuan perlengkapan sekolah gratis agar kejadian serupa tidak terulang.

“Tragedi ini harus menjadi pelajaran nasional. Jangan sampai kita kehilangan masa depan anak bangsa hanya karena kegagalan sistem dan kurangnya kepekaan,” pungkas Habib (red)