Berita Senayan
Network

Usman Husin Tekankan Transfer Teknologi Kerja Sama Maritim Inggris

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 22 Januari 2026, 16:13:44 WIB
Usman Husin Tekankan Transfer Teknologi Kerja Sama Maritim Inggris
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin menekankan pentingnya transfer teknologi dalam kerja sama kemaritiman antara Indonesia dan Inggris yang bernilai sekitar 4 miliar pound sterling atau setara Rp 90 triliun. Menurutnya, alih teknologi menjadi faktor kunci agar kerja sama tersebut memberikan manfaat jangka panjang bagi kemandirian industri maritim nasional.

Politisi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dari Daerah Pemilihan NTT II itu menyambut positif rencana pembangunan sekitar 1.500 kapal nelayan yang akan diproduksi di Inggris dan dirakit di Indonesia. Program ini dinilai tidak hanya berdampak pada penyediaan armada nelayan, tetapi juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia di dalam negeri.

“Kerja sama ini jangan hanya dilihat dari sisi bisnis atau nilai investasinya. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dan pengetahuan pembuatan kapal bisa ditransfer kepada tenaga kerja Indonesia,” ujar Usman, Kamis (22/1/2026).

Usman menyebutkan, proyek tersebut berpotensi membuka lapangan kerja bagi sekitar 600 ribu orang. Namun, peluang besar itu harus diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai standar industri perkapalan internasional.

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan program pelatihan dan pendidikan vokasi yang terintegrasi agar pekerja Indonesia mampu menyerap teknologi yang digunakan dalam produksi kapal nelayan.

“Pemerintah harus memastikan SDM kita siap. Anak-anak muda perlu dibekali keterampilan agar tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi juga menguasai teknologi perkapalan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Usman berharap kerja sama maritim Indonesia–Inggris dapat menjadi momentum penguatan industri galangan kapal nasional. Dengan adanya alih teknologi, Indonesia diharapkan mampu mengembangkan kemampuan produksi kapal nelayan secara mandiri di masa mendatang.

“Kalau transfer teknologi berjalan optimal, ke depan Indonesia tidak hanya merakit, tapi bisa memproduksi kapal nelayan sendiri dengan kualitas tinggi,” pungkasnya.

Diketahui, komitmen investasi sekitar Rp 90 triliun tersebut merupakan hasil pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, sebagaimana disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (red)