Berita Senayan
Network

Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah Harus Jadi Prioritas

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 18 Januari 2026, 11:03:39 WIB
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah Harus Jadi Prioritas
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mendesak pemerintah untuk mempercepat pemulihan infrastruktur pendidikan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25 November 2025. Ia menegaskan, pembangunan dan perbaikan sekolah harus menjadi prioritas utama agar hak belajar anak-anak di wilayah terdampak tidak terabaikan.

Menurut Hetifah, kerusakan sekolah akibat bencana masih menyisakan persoalan serius. Tidak hanya gedung yang rusak, tetapi juga keterbatasan ruang belajar, fasilitas bermain anak, serta akses pendidikan dari hunian sementara (huntara) ke sekolah.

“Dalam situasi darurat, keselamatan tentu menjadi prioritas utama. Namun, hak anak untuk mendapatkan pendidikan tidak boleh terabaikan,” tegas Hetifah di Jakarta, Sabtu (18/1/2026).

Berdasarkan data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per 14 Januari 2026, tercatat 4.639 satuan pendidikan terdampak di tiga provinsi. Dari jumlah tersebut, 4.440 sekolah atau 96 persen sudah dapat digunakan kembali, meski sebagian masih melaksanakan pembelajaran di tenda atau menumpang di fasilitas lain. Sementara 199 sekolah masih dalam proses pembersihan.

Bencana ini juga berdampak langsung pada 59.397 guru dan 683.259 siswa yang kegiatan belajarnya terganggu. Tingkat kerusakan sekolah bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak total, dengan 1.225 sekolah mengalami kerusakan berat dan 180 sekolah rusak total.

Hetifah mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam penanganan awal, termasuk pembersihan ribuan sekolah, pendirian tenda belajar, pembangunan ruang kelas darurat, serta distribusi puluhan ribu paket perlengkapan belajar. Pemerintah juga telah menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak.

Meski demikian, ia menilai upaya tersebut masih perlu ditingkatkan. Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mencatat masih banyak kendala di lapangan, seperti timbunan lumpur, kerusakan infrastruktur pendukung, dan fasilitas pendidikan yang belum dapat difungsikan secara normal.

“Oleh karena itu, kami mendesak Kemendikdasmen untuk segera menindaklanjuti data kebutuhan yang ada dan mempercepat rehabilitasi serta rekonstruksi sekolah. Pemulihan infrastruktur pendidikan harus menjadi prioritas,” ujar Hetifah.

Ia menambahkan, setiap hunian sementara perlu dilengkapi fasilitas pendidikan yang layak, termasuk ruang kelas darurat dan area bermain anak, demi mendukung pemulihan psikososial siswa.

“Pemulihan pendidikan bukan hanya membangun ulang gedung sekolah, tetapi memastikan lingkungan belajar yang aman, tangguh, dan mendukung masa depan anak-anak kita,” pungkasnya (red).