Berita Senayan
Network

Chusnunia: Keselamatan Wisata Fondasi Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 02 Januari 2026, 14:03:57 WIB
Chusnunia: Keselamatan Wisata Fondasi Pariwisata Berkualitas Berkelanjutan
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menegaskan bahwa keselamatan dan kenyamanan wisatawan harus menjadi fondasi utama dalam pengembangan pariwisata nasional. Ia menilai, paradigma pariwisata yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari jaminan keamanan di setiap destinasi.

“Keselamatan wisatawan tidak bisa ditawar. Kasus kematian pelatih Valencia Fernando Martin Carreras di Labuan Bajo harus menjadi pengingat bahwa kualitas pariwisata dimulai dari perlindungan terhadap manusia,” ujar Chusnunia.

Menurut politisi yang akrab disapa Nunik itu, selama ini pembangunan pariwisata masih terlalu berorientasi pada jumlah kunjungan, sementara aspek keselamatan, kesiapan SDM, dan tata kelola destinasi belum sepenuhnya menjadi prioritas. Padahal, insiden di kawasan wisata dapat berdampak besar terhadap citra pariwisata Indonesia di mata dunia.

Ia meminta Kementerian Pariwisata melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional keselamatan di destinasi wisata, khususnya di kawasan wisata alam dan bahari yang memiliki tingkat risiko tinggi.

“Pariwisata berkualitas menuntut standar keselamatan yang jelas, pengawasan yang konsisten, serta kesiapan petugas di lapangan. Tanpa itu, destinasi seindah apa pun akan kehilangan kepercayaan wisatawan,” katanya.

Chusnunia juga menyoroti perubahan tren wisata global yang kini lebih menekankan pengalaman aman, nyaman, dan bermakna. Wisatawan, kata dia, tidak lagi sekadar mengejar destinasi populer, melainkan mencari pengalaman yang memberi nilai tambah secara emosional dan sosial.

“Wisatawan ingin merasa aman, dilayani dengan baik, serta terhubung dengan masyarakat lokal. Inilah esensi pariwisata berkualitas yang harus kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, tren pariwisata 2026 seperti wellness, ekowisata, budaya otentik, gastronomi, dan digitalisasi harus diimbangi dengan sistem keselamatan dan keberlanjutan yang kuat agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat daerah.

“Jika dikelola dengan benar, pariwisata bisa menjadi investasi jangka panjang yang memperkuat kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia secara global,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Chusnunia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menciptakan pariwisata yang aman dan berkelanjutan.

“Kemenpar harus menjadi orkestrator yang menyatukan seluruh potensi dan memastikan pariwisata Indonesia tumbuh dengan kualitas, bukan sekadar kuantitas,” pungkasnya (red)