DPR Ingatkan Cuaca Ekstrem Ancam Pariwisata Bali Jelang Nataru
Senin, 29 Desember 2025, 12:26:54 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, meminta pemerintah, pelaku usaha, dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi pada akhir tahun 2025. Peringatan ini sejalan dengan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengidentifikasi empat fenomena atmosfer terjadi secara bersamaan pada periode tersebut.
Peringatan serupa juga disampaikan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar terkait potensi cuaca ekstrem yang berpeluang melanda wilayah Bali menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurut Chusnunia, cuaca ekstrem tidak hanya berdampak pada penutupan destinasi wisata atau pembatalan reservasi, tetapi juga berpotensi mengubah lanskap industri pariwisata secara signifikan serta menimbulkan efek domino terhadap sektor ekonomi lainnya.
“Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru biasanya menjadi momentum libur akhir tahun yang membawa berkah ekonomi bagi jutaan pelaku usaha pariwisata. Namun, tahun ini harus kita hadapi dengan kewaspadaan,” ujarnya, Senin (29/12).
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan pengelola destinasi wisata, khususnya dalam menyiapkan sistem keselamatan bagi pengunjung. Salah satu langkah krusial adalah memastikan ketersediaan dan kejelasan penunjuk jalur evakuasi di lokasi-lokasi strategis.
“Kita harus memastikan bahwa di tengah kondisi cuaca seperti ini, tempat-tempat wisata dan taman rekreasi benar-benar siap, tidak hanya menyambut wisatawan, tetapi juga menjamin keamanan mereka,” tambahnya.
Dengan adanya jalur evakuasi dan titik kumpul yang jelas, wisatawan diharapkan dapat memahami prosedur keselamatan serta menghentikan aktivitas wisata apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.
Chusnunia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan yang berencana menghabiskan malam pergantian tahun, baik di Bali maupun daerah lain, agar sejak dini mempersiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan cuaca ekstrem.
“Masyarakat dan wisatawan harus terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Selalu perbarui informasi resmi dari BMKG. Prinsip utamanya adalah mengutamakan keselamatan, bukan semata-mata rencana perjalanan. Wisata masih bisa dilakukan di lain waktu,” pungkasnya (red)
Berita terkait
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah...
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi...
Fauzi Amro: APBN Jangan Tambal Jalan...
Christiany Eugenia Paruntu: Bawang Ilegal Berpenyakit...
Herman Khaeron: Pilkada DPRD Efisien Jaga...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
