Berita Senayan
Network

Komisi IX DPR Kawal Pemulihan RS Terdampak Banjir

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 16 Desember 2025, 17:24:31 WIB
Komisi IX DPR Kawal Pemulihan RS Terdampak Banjir
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menegaskan komitmen DPR untuk mengawal pemulihan layanan kesehatan di wilayah Sumatera pascabanjir, meski seluruh rumah sakit yang terdampak kini telah kembali beroperasi.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ninik itu, beroperasinya kembali rumah sakit merupakan langkah penting, namun belum cukup jika tidak dibarengi dengan kesiapan layanan secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa pemulihan sektor kesehatan harus menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana.

“Kami di Komisi IX akan terus mengawal proses pemulihan ini. Rumah sakit tidak boleh hanya sekadar dibuka, tetapi harus benar-benar siap melayani masyarakat,” ujar Ninik, Selasa (16/12/2025).

Ketua Umum DPP Perempuan Bangsa tersebut menilai lambannya pemulihan fasilitas kesehatan patut menjadi evaluasi serius. Pasalnya, rumah sakit baru kembali beroperasi pada hari ke-20 setelah banjir, sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat sangat mendesak.

Ia menekankan pentingnya peran Kementerian Kesehatan dalam memastikan seluruh aspek layanan berjalan optimal, mulai dari kesiapan tenaga medis, keamanan lingkungan rumah sakit, hingga ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan.

“Pemulihan kesehatan tidak boleh setengah-setengah. Ini menyangkut keselamatan dan hak dasar warga negara,” tegasnya.

Sebagai mitra kerja Kemenkes, Komisi IX DPR RI, lanjut Ninik, juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar penanganan fasilitas kesehatan pada bencana berikutnya dapat dilakukan lebih cepat dan terintegrasi.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan seluruh rumah sakit terdampak banjir di Sumatra telah kembali beroperasi. Sebanyak 41 rumah sakit sempat tidak berfungsi akibat bencana yang terjadi pada 26 November 2025, namun kini layanan kesehatan telah pulih secara bertahap (red)