Berita Senayan
Network

Ahmad Ali Dorong PSI Jakarta Kembali Kritis

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 14 Desember 2025, 23:34:28 WIB
Ahmad Ali Dorong PSI Jakarta Kembali Kritis
Pelantikan pengurus DPW PSI DKI Jakarta oleh Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mewakili Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu, (14/12/2025).



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali mendorong kader PSI DKI Jakarta untuk kembali menghidupkan tradisi kritik konstruktif terhadap persoalan ibu kota. Pesan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI DKI Jakarta di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (14/12/2025).

Menurut Ahmad Ali, DKI Jakarta merupakan barometer politik nasional. Karena itu, sikap kritis kader PSI, khususnya di DPRD DKI Jakarta, menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

“Saya merindukan anggota DPRD PSI yang seperti dulu, yang kritis terhadap permasalahan di DKI. Kritik-kritik itu selama ini terasa hilang,” ujar Ahmad Ali di hadapan peserta Rakorwil.

Ia menegaskan, kritik yang dimaksud bukan sekadar oposisi, melainkan kritik berbasis data dan solusi yang berpihak pada kepentingan publik. Hal tersebut dinilai penting untuk mengembalikan ciri khas PSI sebagai partai anak muda yang progresif dan berani menyuarakan kepentingan rakyat.

Rakorwil DPW PSI DKI Jakarta juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru yang dilakukan Ahmad Ali mewakili Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka bendera PSI kepada Ketua DPW PSI Jakarta Elva Farhi Qolbina sebagai simbol dimulainya kepengurusan baru.

Struktur kepengurusan DPW PSI DKI Jakarta kini dinilai lengkap, mulai dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, hingga badan-badan pendukung seperti Bappilu, Badan Saksi, dan Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK). Ahmad Ali menyebut kepengurusan ini sebagai yang paling lengkap dan telah lolos verifikasi 100 persen.

Selain menyoroti sikap kritis kader, Ahmad Ali juga menyinggung tantangan PSI di Jakarta. Meski telah dua kali mengikuti pemilu, perolehan kursi PSI di DPRD DKI Jakarta masih stagnan di angka delapan. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dijawab dengan kerja politik yang lebih solid dan terstruktur.

Ia menekankan bahwa konsolidasi organisasi yang kuat, ditambah keberanian menyuarakan aspirasi publik, menjadi kunci bagi PSI untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat Jakarta.

Dengan kepengurusan baru dan semangat konsolidasi yang diperkuat melalui Rakorwil, PSI berharap dapat kembali tampil sebagai kekuatan politik yang kritis, relevan, dan dipercaya warga Jakarta menjelang Pemilu 2029 (red)