Karmila Gafar Tekankan Peran PTS Hadapi Tantangan Digital
DUMAI, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Karmila Sari, S.Kom., M.M. (Karmila Gafar) menegaskan pentingnya penguatan peran Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi nasional, khususnya di era digital. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) ke-4 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Riau Tahun 2025 yang digelar di Kampus Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Riau Pesisir, Dumai.
Dalam sambutannya, Karmila Gafar menyampaikan hasil diskusinya dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) terkait sejumlah isu strategis pendidikan tinggi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah posisi dan perlakuan terhadap guru besar di perguruan tinggi swasta.
“Guru-guru besar kita tetap mendapatkan perlakuan yang sama antara perguruan tinggi negeri dan swasta. Tidak ada pembedaan. Justru perguruan tinggi swasta jumlahnya jauh lebih banyak dan berperan besar dalam menampung mahasiswa,” ujar Karmila.
Ia menekankan bahwa sekitar 30 persen lulusan sarjana dan mahasiswa yang melanjutkan pendidikan tinggi berada di PTS. Oleh karena itu, menurutnya, peningkatan kualitas PTS menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing sumber daya manusia Indonesia.
Selain itu, Karmila Gafar juga menyoroti isu pembukaan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang selama ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengelola PTS. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan sembarangan memberikan izin tanpa pertimbangan matang.
“Kami membutuhkan masukan dari bapak dan ibu semua, terutama dari APTISI, terkait PSDKU. Monitoring dan pengawasan sangat diperlukan, mulai dari jumlah mahasiswa yang diterima hingga pembukaan jalur studi,” jelasnya.
Menurut Karmila, keterlibatan aktif APTISI dan pimpinan PTS sangat penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan kualitas, tata kelola, serta pemerataan akses pendidikan tinggi di daerah.
Raker IV APTISI Riau 2025 ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang juga dilanjutkan dengan Seminar APTISI Provinsi Riau di Kampus STIA Lancang Kuning Dumai, dengan tema “Kesiapan Perguruan Tinggi dan Mahasiswa di Era Digital”. Seminar tersebut mempertegas urgensi kolaborasi antara pembuat kebijakan, pengelola kampus, dan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital pendidikan tinggi.
Melalui forum ini, Karmila Gafar berharap aspirasi dan masukan dari PTS di Provinsi Riau dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adil, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan mutu nasional (red)
Berita terkait
Lisda Hendrajoni: Saya Kawal Langsung Bantuan...
Bonnie Triyana Salurkan Bantuan PIP Jalur...
Lita Machfud Salurkan 15.791 Beasiswa PIP...
Sosialisasi Empat Pilar, Dina Lorenza :...
Reses Jalal Abdul Nasir Perkuat Sinergi...
Reses DPR, Habib Aboe Minta Meratus...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
