Pengajian Al-Hidayah Gelar Doa Bersama Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut & Sumbar
Minggu, 14 Desember 2025, 13:29:38 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Pengajian Al-Hidayah menggelar Doa dan Munajat bersama untuk mendoakan para korban bencana alam yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, di Sekretariat DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini bertujuan memohon kekuatan, ketabahan, kesehatan, serta percepatan pemulihan bagi para penyintas bencana.
Doa dan Munajat dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), DPD Provinsi, hingga DPD Kabupaten/Kota Pengajian Al-Hidayah di seluruh Indonesia melalui platform Zoom. Sejumlah organisasi perempuan turut hadir, di antaranya Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG), Himpunan Wanita Karya (HWK), Gerakan Perempuan Ormas MKGR (GP MKGR), Himpunan Wanita Satkar Ulama Indonesia (HIWASI), Korps Perempuan Majelis Dakwah Islamiyah (KP MDI), Wanita Swadiri, serta PPK Kosgoro 1957.
Ketua Panitia Pelaksana yang juga Ketua Departemen Dakwah DPP Pengajian Al-Hidayah, Siti Napsiah Arifuzzaman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, Doa dan Munajat ini menjadi upaya menyatukan hati sekaligus wujud kepedulian nyata kepada para korban bencana di Sumatra.
Selain doa bersama, kegiatan ini juga dirangkai dengan penggalangan donasi yang akan disalurkan kepada penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. “Semoga doa yang kita panjatkan membawa keberkahan dan membantu proses pemulihan mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya persatuan dan komitmen sosial organisasi perempuan dalam menghadapi musibah. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan amanat moral dan keagamaan. “Sekecil apa pun doa dan bantuan yang diberikan akan meringankan beban saudara-saudara kita. Insya Allah dukungan akan terus mengalir lebih deras,” kata Hetifah.
Ketua Dewan Penasehat DPP Pengajian Al-Hidayah, Sri Suparni Bahlil, juga mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan dalam menolong serta memulihkan kondisi pascabencana. Menurutnya, Pengajian Al-Hidayah telah menunjukkan peran nyata dengan bergerak tanpa menunggu dan hadir tanpa diminta.
“Ini adalah gambaran Al-Hidayah yang sesungguhnya. Bergerak tanpa menunggu dan hadir tanpa diminta” ujar Ketua Dewan Penasehat, Sri Bahlil.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustadz Abdul Latief yang mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia menegaskan bahwa setiap ujian hidup merupakan bentuk kasih sayang Allah dan doa menjadi kekuatan spiritual dalam menghadapi musibah, disertai solidaritas umat.
Sejak pelantikan DPP Pengajian Al-Hidayah pada 29 Desember 2025, organisasi ini telah melakukan penggalangan dana secara nasional. Hingga kegiatan Doa dan Munajat digelar, total dana yang terkumpul mencapai Rp157.550.000. Bantuan tahap pertama telah disalurkan ke Sumatera Utara, tahap kedua direncanakan ke Aceh pada 17 Desember, dan tahap berikutnya ke Sumatera Barat bertepatan dengan peringatan Hari Ibu.
Pengajian Al-Hidayah menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah dalam pemulihan pascabencana di wilayah Sumatra, seraya berharap Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat segera pulih kembali (red)
Berita terkait
AMPG DKI Umumkan 301 Pengurus Baru,...
Anas Urbaningrum: Kompetisi Politik Harus Ksatria...
Dukung Pemutusan Akses Grok, Ketua KPPG...
Prasetyo Hadi: Sikap Demokrat Soal Pilkada...
Hadapi Pemilu 2029, Kaesang Pangarep: PSI...
Sarmuji: Komunikasi Informal Antarpartai Bahas Koalisi...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
