Reni Astuti: Perempuan Harus Jadi Teladan Antikorupsi Keluarga
Selasa, 09 Desember 2025, 20:55:04 WIB
YOGYAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Reni Astuti, menekankan peran penting perempuan sebagai agen keteladanan antikorupsi di lingkungan keluarga. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Seminar Perempuan Antikorupsi dalam rangka Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 yang berlangsung di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (8/12/2025).
Reni menilai bahwa peran perempuan tidak hanya berada di ranah publik sebagai politisi atau penyelenggara negara, tetapi juga memiliki fungsi krusial di sektor privat—terutama dalam mendidik dan membentuk karakter anak-anak.
“Menjadi teladan buat anak-anak, memberikan edukasi, itu penting. Karena apatisme terhadap politisi dan penyelenggara negara masih ada, dan ini memengaruhi kepercayaan generasi muda,” ujarnya.
Dalam seminar bertema “Integritas Perempuan sebagai Penyelenggara Negara dalam Melawan Korupsi”, Reni menyoroti bahwa meningkatnya keterwakilan perempuan di dunia politik membawa tanggung jawab besar untuk menunjukkan integritas dan kinerja yang bersih. Menurutnya, ruang pengawasan publik kini semakin luas dan menuntut politisi perempuan untuk memberi contoh.
Selain menyampaikan apresiasi terhadap langkah pencegahan yang terus digencarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Reni menegaskan bahwa edukasi antikorupsi harus dimulai sejak dini melalui keluarga.
“Ini lebih ke edukasi, menyamakan semangat agar perempuan ikut serta mendukung dan melawan korupsi,” jelas politisi Fraksi PKS tersebut.
Meski demikian, Reni turut menyoroti tantangan serius yang dihadapi. Ia mengungkapkan bahwa sebagian kasus korupsi justru melibatkan perempuan, dan hal ini harus menjadi refleksi mendalam.
“Tiga puluh persen yang ditangkap KPK justru perempuan. Ini tantangan dan tanggung jawab yang harus terus melekat pada diri kita sebagai politisi perempuan,” tegasnya.
Reni menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh perempuan dari berbagai kalangan untuk terus memperkuat pemahaman dan komitmen antikorupsi.
“Belajar tidak pernah berhenti. Kita hadir di sini untuk menguatkan pemahaman dan semangat agar perempuan bisa bersatu melawan korupsi,” tutupnya (red)
Berita terkait
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah...
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi...
Fauzi Amro: APBN Jangan Tambal Jalan...
Christiany Eugenia Paruntu: Bawang Ilegal Berpenyakit...
Herman Khaeron: Pilkada DPRD Efisien Jaga...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
