Berita Senayan
Network

Golkar Salurkan Rp3 Miliar untuk Bencana Sumatra

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 30 November 2025, 21:03:36 WIB
Golkar Salurkan Rp3 Miliar untuk Bencana Sumatra
Bahlil Lahadalia (tengah)



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa partainya memberikan perhatian serius terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebagai bentuk kepedulian, DPP Partai Golkar menyalurkan bantuan senilai Rp3 miliar untuk mendukung penanganan darurat, memenuhi kebutuhan dasar warga, dan mempercepat pemulihan di daerah terdampak.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan menjadi dorongan semangat untuk bangkit kembali,” ujar Bahlil dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Bahlil juga menginstruksikan seluruh kader Golkar, baik yang berada di eksekutif maupun legislatif, untuk aktif terlibat dalam upaya penanganan bencana di Sumatra. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu, bergotong royong, dan memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat dan tepat.

“Musibah ini adalah ujian kebersamaan kita. Dengan gotong royong, kita pasti mampu melewati masa sulit ini,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Golkar, Aprozi Alam, turut mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut. Menurutnya, negara harus hadir bukan hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan jangka panjang.

“Pemerintah perlu mempercepat rehabilitasi infrastruktur publik yang rusak, seperti jembatan, jalan, dan sekolah, serta membantu masyarakat membangun kembali rumahnya,” kata Aprozi dalam siaran pers, Minggu (30/11/2025).

Aprozi juga meminta adanya evaluasi dan penegakan hukum tata ruang secara tegas, terutama terhadap alih fungsi lahan di kawasan hutan dan daerah aliran sungai (DAS), yang memperburuk risiko bencana. Selain itu, ia menilai penguatan sistem peringatan dini menjadi kebutuhan mendesak di daerah rawan.

“Investasi dan pemeliharaan early warning system perlu ditingkatkan agar masyarakat memiliki waktu evakuasi lebih panjang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Aprozi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi serta pelatihan kebencanaan. Menurutnya, warga yang tinggal di wilayah rawan harus menjadi garda terdepan dalam kesiapsiagaan.

“Kita tidak bisa hanya fokus pada respons darurat. Pencegahan dan kesiapsiagaan adalah kunci meminimalisir korban dan kerugian di masa depan,” pungkasnya (red)