Ekosistem Laut Muncar Rusak, Sumail : Harus Segera Direspon
Senin, 24 November 2025, 17:36:59 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Persoalan penurunan hasil tangkapan ikan yang dialami nelayan di Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Senin (24/11/2025). Keluhan nelayan yang selama ini bergantung pada sektor perikanan dinilai semakin mendesak untuk ditangani melalui kebijakan konkret.
Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ir. H. Sumail Abdullah, menyampaikan bahwa penurunan drastis hasil tangkapan ikan dalam lima tahun terakhir merupakan tanda serius kerusakan ekosistem laut di kawasan pesisir Muncar.
“Hasil tangkapan nelayan menurun setiap tahun karena ekosistem laut sudah berubah. Ini kondisi yang harus segera direspons,” jelas Sumail.
Menurutnya, penurunan produksi perikanan bukan hanya merugikan industri pengolahan hasil laut, tetapi juga mengancam stabilitas ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari kegiatan melaut.
Sumail mendorong KKP untuk segera menerapkan langkah intervensi berbasis riset, termasuk pemulihan habitat laut, pengawasan penangkapan ikan, dan penguatan kebijakan keberlanjutan agar ekosistem dapat kembali pulih.
“Ini bukan sekadar urusan sektor perikanan, tapi menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat pesisir. Pemerintah harus hadir memberikan kepastian,” tegasnya.
Muncar selama puluhan tahun menjadi salah satu sentra industri perikanan tertua di Jawa Timur, namun kini menghadapi tekanan berat akibat perubahan ekosistem dan intensitas eksploitasi sumber daya laut.
Sumail mengingatkan bahwa tanpa intervensi terpadu antara pemerintah pusat, daerah, akademisi, dan pelaku industri, kondisi tersebut berpotensi memperburuk krisis sosial-ekonomi pesisir.
Ia berharap persoalan Muncar mendapatkan prioritas tinggi dalam agenda kebijakan KKP ke depan dan diselesaikan melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan (red).
Berita terkait
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
Hetifah Sjaifudian: Percepatan Pemulihan Infrastruktur Sekolah...
Eko Wahyudi: SPHP Penting Tekan Inflasi...
Fauzi Amro: APBN Jangan Tambal Jalan...
Christiany Eugenia Paruntu: Bawang Ilegal Berpenyakit...
Herman Khaeron: Pilkada DPRD Efisien Jaga...
Berita Terbaru
Menopang Ekonomi Indonesia di 2026 :...
Hetifah Sjaifudian: Anggaran Khusus Bencana Wajib...
