JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hasbiallah Ilyas, mengingatkan para pelajar agar menjauhi narkoba dan tawuran yang dapat merusak masa depan. Ia meminta siswa berani menolak ajakan negatif dari teman sebaya dan tidak sekadar ikut-ikutan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Pesan tersebut disampaikan Hasbiallah saat menerima audiensi 262 siswa SMA Negeri 53 Jakarta di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/10/2026). Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak para pelajar memanfaatkan masa sekolah untuk membangun karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan demi meraih cita-cita.

“Kami juga ingin mengimbau agar para siswa dan siswi harus bisa menjaga diri dan memilih pergaulan yang baik. Jangan sampai terjerumus narkoba atau ikut tawuran hanya karena ajakan teman. Jangan ikut-ikutan melakukan sesuatu yang kalian tahu salah,” ujar Hasbiallah.

Menurutnya, narkoba dan tawuran merupakan ancaman serius bagi generasi muda. Penyalahgunaan narkoba dapat mengganggu kesehatan serta pendidikan, sedangkan tawuran berpotensi menyebabkan korban luka, kehilangan nyawa, hingga menimbulkan persoalan hukum yang berdampak panjang terhadap masa depan pelajar.

Hasbiallah Ilyas Minta Pelajar Berani Tolak Ajakan Negatif

Hasbiallah menegaskan, keberanian seorang pelajar tidak diukur dari kesediaannya mengikuti tawuran atau tindakan negatif lainnya. Sebaliknya, keberanian justru terlihat ketika seseorang mampu mempertahankan prinsip dan menolak ajakan yang dapat merugikan dirinya maupun orang lain.

Ia mengingatkan bahwa tekanan dari lingkungan pertemanan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan dan nilai-nilai positif. Menurutnya, pertemanan yang sehat seharusnya mendorong seseorang berkembang dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Kalau ada teman yang mengajak melakukan hal negatif, kalian harus berani menolak. Jangan merasa harus mengikuti semua ajakan supaya dianggap kompak atau setia kawan. Teman yang baik adalah teman yang mengajak kita menjadi lebih baik, bukan yang menjerumuskan kita ke dalam masalah,” tegasnya.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi penegakan hukum, Hasbiallah juga mengingatkan bahwa setiap tindakan yang melanggar hukum memiliki konsekuensi. Karena itu, pelajar perlu membiasakan diri menaati aturan, menghormati hak orang lain, dan menyelesaikan persoalan tanpa kekerasan.

Ia menilai masa sekolah merupakan kesempatan penting untuk membangun kebiasaan positif dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Keberhasilan, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Hasbiallah juga mendorong para siswa agar berani menetapkan cita-cita tinggi, termasuk menjadi pemimpin di berbagai bidang, baik di lembaga eksekutif maupun legislatif. Namun, cita-cita tersebut harus disertai kerja keras, kemauan belajar, dan komitmen untuk terus mengembangkan diri.

Kunjungan ke DPR Jadi Pembelajaran Hukum bagi Siswa

Kunjungan 262 siswa SMA Negeri 53 Jakarta ke Gedung DPR RI menjadi kesempatan bagi para pelajar untuk mengenal lebih dekat peran lembaga legislatif dalam kehidupan bernegara. Melalui pertemuan tersebut, siswa diharapkan memperoleh wawasan mengenai tugas DPR serta pentingnya hukum dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Kepala SMA Negeri 53 Jakarta, Herawati Sihombing, menyampaikan apresiasi kepada Fraksi PKB DPR RI yang telah menerima kunjungan para siswa dan guru. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dapat memperluas pengetahuan siswa tentang sistem pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.

“Kami berterima kasih kepada Fraksi PKB DPR RI yang telah menerima kunjungan kami. Kami menilai pengenalan terhadap Komisi III DPR RI penting untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai persoalan hukum dan penegakan hukum di Indonesia,” ucap Herawati.

Menurut Herawati, pemahaman mengenai hukum dan peran lembaga negara diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran pelajar untuk menaati aturan serta menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Ia berharap pengalaman belajar langsung di DPR RI mampu mendorong siswa menjadi generasi muda yang lebih kritis, disiplin, dan bertanggung jawab. Dengan bekal karakter yang kuat serta pemahaman hukum yang baik, para pelajar diharapkan mampu menjauhi perilaku berisiko dan berkontribusi positif bagi masyarakat (red)