JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengungkapkan Rumania membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia. Menurutnya, kebutuhan pekerja di negara Eropa tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menyerap bonus demografi Indonesia sekaligus memperluas pasar tenaga kerja nasional.
Hal itu disampaikan Syahrul usai menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) Duta Besar Rumania untuk Republik Indonesia, H.E. Dan Adrian Bălănescu, di Ruang Pimpinan BKSAP DPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peningkatan kerja sama bilateral di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pendidikan, ketenagakerjaan hingga diplomasi parlemen.
Syahrul mengungkapkan, Duta Besar Rumania menyampaikan bahwa negaranya saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor konstruksi, welder, hingga operator alat berat. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
“Beliau mengharapkan Indonesia bisa mengisi kebutuhan tersebut. Kami menyambut baik peluang itu dan akan menindaklanjutinya serta mempersiapkannya. Karena yang paling dibutuhkan agar komunikasinya lancar adalah penguasaan bahasa, terutama bahasa Rumania,” ujar Syahrul.
Politisi Fraksi PKS itu menilai peluang tersebut sangat strategis mengingat Indonesia memiliki jumlah penduduk usia produktif yang besar. Namun, ia menegaskan tenaga kerja yang dikirim harus memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapan yang sesuai dengan standar kebutuhan pasar kerja internasional.
“Hubungan diplomasi ini perlu kita perkuat karena ternyata itu peluang bagi bangsa Indonesia yang bonus demografinya cukup besar. Sementara keterbatasan pekerjaan di Indonesia masih ada. Maka kita harus mengirim tenaga kerja ke luar negeri, tetapi dengan skill yang bagus dan performa yang baik,” katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Syahrul mendorong penguatan pendidikan vokasi, termasuk melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan berbagai lembaga pendidikan vokasi agar dapat menyiapkan lulusan sesuai kebutuhan industri di Rumania.
Selain isu ketenagakerjaan, kedua pihak juga membahas peningkatan kerja sama perdagangan. Menurut Syahrul, Rumania berpotensi menjadi pintu masuk (hub) bagi produk-produk Indonesia ke kawasan Eropa.
“Rumania ini bisa menjadi hub bagi produk Indonesia untuk di Eropa. Hubungan kita selama ini cukup baik, baik hubungan diplomatik, hubungan ekonomi, maupun hubungan pendidikan, dan kita sepakat untuk terus bekerja sama,” jelasnya.
Syahrul menambahkan, BKSAP DPR RI siap menjalankan fungsi diplomasi parlemen dengan membantu mengatasi berbagai hambatan birokrasi agar implementasi kerja sama Indonesia-Rumania dapat berjalan lebih cepat.
Dalam pertemuan itu juga dibahas perkembangan proses aksesi Indonesia menuju OECD. Syahrul optimistis apabila Indonesia berhasil menjadi anggota OECD pada 2027, peluang kerja sama ekonomi, perdagangan, dan ketenagakerjaan dengan negara-negara Eropa, termasuk Rumania, akan semakin terbuka lebar (red)

Berita terkait