TERNATE, BERITA SENAYAN – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa Musyawarah Daerah (Musda) merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan persatuan kader di seluruh tingkatan partai.
Hal itu disampaikan Bahlil saat membuka Musda VI Partai Golkar Provinsi Maluku Utara di Ternate, Minggu (12/4/2026).
Menurutnya, Musda bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk mengevaluasi kinerja serta merumuskan arah kebijakan dan kepemimpinan partai ke depan.
“Dari forum inilah akan lahir gagasan, strategi, dan kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Bahlil.
Ia juga mengingatkan agar dinamika politik dalam Musda tidak menimbulkan perpecahan di internal partai. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan hal wajar dalam demokrasi, namun harus tetap berada dalam koridor persatuan.
Bahlil menegaskan bahwa seluruh kader harus menjaga soliditas dan menghindari konflik internal yang dapat melemahkan kekuatan partai.
Selain itu, ia kembali menekankan bahwa Partai Golkar merupakan milik seluruh rakyat Indonesia, bukan kelompok atau kepentingan tertentu.
“Politik Partai Golkar adalah politik untuk kesejahteraan dengan doktrin karya kekaryaan,” tegasnya.
Dalam Musda tersebut, Alien Mus kembali dipercaya memimpin DPD Golkar Maluku Utara secara aklamasi.
Alien Mus menyebut kehadiran Bahlil dan jajaran DPP menjadi dorongan moral bagi kader di daerah untuk semakin solid dan siap menghadapi tantangan politik ke depan.
“Musda ini menjadi sarana memperkuat soliditas dan merumuskan langkah strategis bagi partai,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh kader untuk kembali bersatu pasca musyawarah, demi memperkuat posisi Golkar di masa mendatang (red)

Berita terkait