Berita Senayan
Network

Said Abdullah Soroti Bahaya Hoaks, Minta Publik Perkuat Literasi Digital

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 12 April 2026, 21:38:42 WIB
Said Abdullah Soroti Bahaya Hoaks, Minta Publik Perkuat Literasi Digital
Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, Said Abdullah, menyoroti meningkatnya penyebaran informasi menyesatkan di era digital yang dinilai semakin sulit dibedakan dari fakta.

Menurutnya, perkembangan media sosial telah menciptakan ruang baru bagi lahirnya hoaks dan manipulasi informasi yang dapat memengaruhi persepsi publik, termasuk dalam dinamika politik nasional.

“Kini kepalsuan merambah ke mana-mana. Media sosial menjadi topeng, menutup wajah asli dan mampu mengubah seribu wajah sesuai kepentingan,” ujar Said dalam keterangan yang diterima Berita Senayan, Minggu (12/4/2026).

Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan serius bagi masyarakat dalam menyaring informasi. Oleh karena itu, ia mendorong penguatan literasi digital agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi.

Said menekankan pentingnya sikap tabayyun atau klarifikasi sebelum mempercayai informasi yang beredar. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga ruang publik yang sehat dan konstruktif.

“Sering-sering bertabayun dan silaturahmi, meninggikan akal budi, serta selalu membuka hati dengan berpegang teguh pada jalan yang diridhai Allah SWT,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para pelaku politik untuk tetap menjunjung tinggi nilai integritas dan konsistensi dalam setiap tindakan. Ia menilai, praktik politik yang mengandalkan manipulasi informasi justru akan merusak kepercayaan publik.

“Berpolitik harus konsisten, adil sejak dari pikiran, tidak hasut sana sini, serta senantiasa membuka tali silaturahmi dan rendah hati,” tegasnya.

Said pun berharap, dengan meningkatnya kesadaran literasi digital dan komitmen terhadap etika politik, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi di tengah derasnya arus media sosial (red)