Berita Senayan
Network

Juliyatmono Minta Kebijakan Khusus UKT Anak ASN Lebih Berkeadilan

Redaksi
Laporan Redaksi
Sabtu, 11 April 2026, 16:54:05 WIB
Juliyatmono Minta Kebijakan Khusus UKT Anak ASN Lebih Berkeadilan
Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, mendorong pemerintah untuk merumuskan kebijakan khusus terkait Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi anak-anak Aparatur Sipil Negara (ASN) agar lebih berkeadilan dan sesuai kondisi ekonomi riil.

Ia menilai, selama ini penggolongan UKT masih belum mempertimbangkan secara objektif beban ekonomi keluarga ASN. Akibatnya, banyak anak ASN yang masuk kategori UKT tinggi meski kondisi keuangan keluarga tidak mencukupi.

“Perlu ada kebijakan khusus agar anak-anak ASN tetap mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Jangan sampai sistem yang ada justru membebani mereka,” ujar Juliyatmono saat kunjungan kerja Komisi X ke Universitas Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya, pendekatan yang selama ini digunakan cenderung menyamaratakan ASN sebagai kelompok masyarakat mampu. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan banyak ASN, khususnya golongan menengah, menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat.

Ia mencontohkan kondisi ASN golongan III yang memiliki lebih dari satu anak di bangku kuliah. Dalam situasi tersebut, biaya pendidikan yang tinggi menjadi beban besar yang sulit ditanggung jika tidak ada penyesuaian kebijakan.

“Kalau punya dua anak kuliah, tentu sangat berat. Ini harus segera dicarikan solusi agar tidak menghambat akses pendidikan bagi keluarga ASN,” tegasnya.

Juliyatmono juga menyoroti ketimpangan antara kenaikan pendapatan ASN dengan biaya pendidikan tinggi yang terus meningkat. Ia menilai, tanpa intervensi kebijakan, kesenjangan ini akan semakin melebar dan berdampak pada menurunnya akses pendidikan.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk menyusun formulasi UKT yang lebih fleksibel dan berbasis pada kondisi ekonomi aktual, bukan sekadar status pekerjaan orang tua.

“Kita harus pastikan sistem UKT benar-benar adil dan tepat sasaran. Pendidikan tinggi harus tetap bisa diakses semua kalangan, termasuk keluarga ASN,” pungkasnya (red)