Berita Senayan
Network

Cucun Ahmad Syamsurijal Tegaskan Kader PKB Jangan Jadi Tamu Lima Tahunan

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 08 April 2026, 16:38:29 WIB
Cucun Ahmad Syamsurijal Tegaskan Kader PKB Jangan Jadi Tamu Lima Tahunan
Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal



BANJARMASIN, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, menegaskan bahwa kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus konsisten hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya muncul saat momentum pemilu.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Kota Banjarmasin dan Kabupaten Barito Kuala di Hotel Aria, Rabu (8/4/2026).

Dalam sambutannya, Cucun yang akrab disapa Kang Cucun mengaku membawa mandat langsung dari Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar. Ia menekankan pentingnya kinerja nyata kader di lapangan sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat.

“Kader PKB harus hadir setiap saat di tengah rakyat. Jangan menjadi ‘tamu lima tahunan’ yang hanya muncul saat butuh suara. Buktikan kerja terbaik kalian secara konsisten,” tegasnya.

Menurutnya, konsistensi pelayanan kepada masyarakat merupakan jati diri PKB. Ia menyebut konsep “politik kehadiran” sebagai pendekatan utama partai, yakni kader harus benar-benar menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“PKB harus konsisten melayani. Kita ingin kader hadir bukan hanya saat kampanye, tapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

Selain itu, Cucun juga menegaskan peran PKB sebagai pelopor gotong royong. Ia mendorong kader untuk aktif menggerakkan solidaritas sosial serta menjadi penghubung solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Di sisi lain, ia menginstruksikan seluruh kader untuk bersinergi dalam menyukseskan program strategis Presiden Prabowo Subianto, termasuk isu penanganan sampah yang menjadi perhatian di berbagai daerah.

Ia juga meminta Fraksi PKB di DPRD untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi inovatif, khususnya di bidang lingkungan.

Dalam Muscab tersebut, PKB juga menerapkan sistem baru dalam pemilihan pimpinan DPC. Mekanisme voting kini ditinggalkan dan digantikan dengan sistem musyawarah melalui tahapan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Proses seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni tes kompetensi untuk mengukur kapabilitas dan visi politik, serta wawancara dan penandatanganan kontrak komitmen kerja guna memastikan integritas dan loyalitas kader.

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan partai di tingkat daerah yang berkualitas dan berkomitmen penuh terhadap perjuangan PKB.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya Kaisar Abu Hanifah, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR, serta tokoh ulama seperti Mahran Yasin dan Gazali Mukeri. Hadir pula jajaran KPU, pimpinan partai politik, dan perwakilan badan otonom Nahdlatul Ulama dari Banjarmasin dan Barito Kuala (red)