Berita Senayan
Network

Firnando Hadityo Desak Evaluasi InJourney Usai Plafon Soetta Jebol

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 07 April 2026, 19:35:38 WIB
Firnando Hadityo Desak Evaluasi InJourney Usai Plafon Soetta Jebol
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Insiden jebolnya plafon di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi sorotan serius terkait standar keselamatan dan kualitas layanan bandara di Indonesia. Peristiwa yang dipicu hujan deras tersebut sempat menimbulkan kepanikan penumpang, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa dan operasional tetap berjalan normal.

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Hadityo Ganinduto, menilai kejadian tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap ketahanan infrastruktur bandara, khususnya dalam menghadapi cuaca ekstrem.

“Bandara sebagai fasilitas publik strategis harus selalu dalam kondisi aman dan nyaman, sehingga kejadian seperti ini tidak boleh terulang kembali,” ujar Firnando.

Ia menyoroti peran InJourney sebagai pengelola bandara, terutama Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Menurutnya, kualitas layanan bandara tidak hanya diukur dari tampilan fisik, tetapi juga kekuatan konstruksi yang mampu menghadapi berbagai kondisi cuaca.

“Faktor cuaca tidak bisa dijadikan alasan utama. Dalam perencanaan pembangunan, seluruh risiko termasuk beban akibat curah hujan seharusnya sudah diperhitungkan secara matang,” tegasnya.

Firnando juga menilai hingga saat ini belum terlihat langkah mitigasi yang komprehensif pascakejadian, termasuk dari manajemen InJourney. Ia menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas kepada publik.

“Perlu ada penjelasan yang terbuka kepada publik sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan infrastruktur negara,” katanya.

Lebih lanjut, Komisi VI DPR RI berencana memanggil jajaran direksi InJourney, termasuk Direktur Utama Maya Watono, guna meminta klarifikasi serta melakukan evaluasi menyeluruh atas insiden tersebut.

Firnando menegaskan langkah ini penting untuk memastikan adanya perbaikan sistem serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan bandara nasional, khususnya Bandara Internasional Soekarno-Hatta (red).