Berita Senayan
Network

Soroti Inflasi Biaya Plastik, Firnando Ganinduto: Ancam Stabilitas UMKM

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 06 April 2026, 14:04:34 WIB
Soroti Inflasi Biaya Plastik, Firnando Ganinduto: Ancam Stabilitas UMKM
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando Ganinduto



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar, Firnando Ganinduto, menyoroti fenomena lonjakan harga plastik dan bahan kemasan sebagai bentuk tekanan inflasi biaya (cost-push inflation) yang berpotensi mengancam stabilitas sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Firnando, kenaikan harga bahan baku yang terjadi akibat gangguan rantai pasok global telah meningkatkan beban produksi pelaku usaha, terutama di sektor makanan dan minuman.

“Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM,” ujar Firnando di Jakarta.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pelaku usaha kecil berada dalam posisi dilematis. Di satu sisi, mereka harus menanggung kenaikan biaya produksi, sementara di sisi lain tidak memiliki fleksibilitas untuk menaikkan harga jual.

“Jika tidak segera diintervensi, dampaknya bisa meluas ke penurunan daya tahan usaha kecil dan berpotensi memicu inflasi sektor informal,” lanjutnya.

Firnando menilai, UMKM menjadi pihak paling rentan dalam kondisi ini karena keterbatasan akses terhadap bahan baku alternatif serta daya tawar yang lemah di pasar.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah segera mengambil langkah strategis guna meredam tekanan harga, termasuk melalui pengawasan distribusi bahan baku serta penguatan industri petrokimia dalam negeri.

Selain itu, Firnando juga menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian agar kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu memberikan perlindungan berkelanjutan bagi pelaku usaha.

“Kementerian Perdagangan harus hadir lebih aktif dalam menjaga keseimbangan pasar,” tegasnya.

Ia berharap langkah cepat dari pemerintah dapat mencegah dampak lanjutan terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam menjaga keberlangsungan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi.

“Intervensi yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” pungkasnya (red)