Berita Senayan
Network

Sari Yuliati Soroti Keamanan Pasukan TNI di Lebanon Usai Gugurnya 3 Prajurit TNI

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 05 April 2026, 16:20:04 WIB
Sari Yuliati Soroti Keamanan Pasukan TNI di Lebanon Usai Gugurnya 3 Prajurit TNI
Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua DPR RI, Sari Yuliati, menyoroti aspek keamanan pasukan TNI yang bertugas dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, menyusul gugurnya tiga prajurit akibat rangkaian serangan di wilayah tersebut.

Menurut Sari, insiden yang terjadi dalam sepekan terakhir menjadi alarm serius bagi perlindungan personel TNI yang berada di daerah konflik, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan.

“Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” ujar Sari dalam keterangan yang diterima Berita Senayan, Minggu (5/4/2026).

Ia menilai, serangan beruntun yang menimpa Kontingen Garuda menunjukkan bahwa risiko di lapangan semakin meningkat. Oleh karena itu, keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap misi internasional.

Rangkaian serangan dimulai pada Minggu (29/3/2026) di markas Kontingen Garuda di Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, yang menewaskan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon dan melukai tiga prajurit lainnya.

Serangan berikutnya terjadi pada Senin (30/3/2026) di Bani Hayyan, yang menyebabkan Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan gugur setelah kendaraan logistik yang mereka tumpangi terkena ledakan.

Situasi semakin memprihatinkan setelah insiden ketiga pada Jumat (3/4/2026) di Pos UNIFIL El Adeisse yang kembali melukai sejumlah prajurit TNI.

Sari menegaskan bahwa evaluasi terhadap mekanisme pengamanan, perlindungan personel, serta koordinasi dengan pihak PBB menjadi hal yang mendesak dilakukan guna mencegah jatuhnya korban tambahan.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan memastikan akan memberikan penghormatan terbaik kepada para prajurit yang gugur serta menjamin pemenuhan hak-hak keluarga korban.

Sari juga mengingatkan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia harus tetap diiringi dengan jaminan perlindungan maksimal bagi seluruh personel.

“Pengorbanan prajurit kita tidak boleh sia-sia. Negara harus memastikan keselamatan mereka dalam setiap penugasan,” tegasnya (red)