Berita Senayan
Network

Firman Soebagyo: Pernyataan Pengamat Soal Menjatuhkan Prabowo Berpotensi Picu Kegaduhan

Redaksi
Laporan Redaksi
Minggu, 05 April 2026, 16:26:51 WIB
Firman Soebagyo: Pernyataan Pengamat Soal Menjatuhkan Prabowo Berpotensi Picu Kegaduhan
Anggota DPR RI, Firman Soebagyo



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota DPR RI, Firman Soebagyo, mengkritik keras pernyataan seorang pengamat yang dinilai menyinggung isu menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai, pernyataan tersebut berpotensi memicu kontroversi dan kegaduhan di ruang publik.

Firman menegaskan bahwa sebagai figur publik, setiap pernyataan yang disampaikan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap stabilitas politik dan persepsi masyarakat.

“Harus berhati-hati dalam berbicara di hadapan publik, apalagi sebagai tokoh lembaga survei yang sudah sangat senior,” ujar Firman dalam keterangan yang diterima Berita Senayan, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, pernyataan yang dilontarkan pengamat tersebut dapat ditafsirkan sebagai sesuatu yang provokatif, bahkan berisiko dimaknai sebagai ajakan tindakan inkonstitusional. Hal ini dinilai berbahaya di tengah dinamika politik nasional yang membutuhkan stabilitas.

Meski demikian, pengamat yang dimaksud telah memberikan klarifikasi. Ia membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pernyataannya tidak bermaksud mengajak tindakan makar. Ia juga menyebut adanya potongan video yang menyebabkan kesalahpahaman di masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Firman turut menegaskan bahwa mekanisme pemakzulan presiden di Indonesia memiliki prosedur yang ketat dan tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

“Presiden hanya dapat dimakzulkan jika terbukti melakukan pelanggaran hukum berat, dan itu harus melalui tahapan di DPR, Mahkamah Konstitusi, hingga MPR,” jelas Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Firman juga menyampaikan pandangannya terkait wacana pergantian kepemimpinan nasional. Ia menilai bahwa perubahan kepemimpinan belum tentu membawa kondisi yang lebih baik.

“Tidak akan lebih baik,” tegasnya.

Selain itu, ia menyinggung adanya spekulasi publik mengenai motif di balik pernyataan pengamat tersebut. Menurutnya, sebagian pihak mempertanyakan apakah terdapat kepentingan tertentu yang melatarbelakangi pernyataan itu.

“Ini juga menjadi pertanyaan publik,” pungkasnya (red)