Berita Senayan
Network

Puteri Komarudin Dorong OJK Percepat Proposal MSCI Demi Jaga Stabilitas Pasar

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 03 April 2026, 22:29:45 WIB
Puteri Komarudin Dorong OJK Percepat Proposal MSCI Demi Jaga Stabilitas Pasar
Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Komarudin



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI DPR RI, Puteri Komarudin, mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk segera menuntaskan proposal kepada Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia di tengah dinamika global.

Menurut Puteri, langkah tersebut menjadi krusial karena berpengaruh langsung terhadap persepsi investor, baik domestik maupun internasional. Ia menilai, penyelesaian proposal MSCI dapat menjadi katalis positif bagi stabilitas pasar keuangan nasional.

“Penyelesaian proposal kepada MSCI ini menjadi penting, mengingat dampaknya terhadap persepsi investor domestik dan global. Kami berharap upaya yang dilakukan dapat memperbaiki sentimen pasar dan menjaga stabilitas di tengah dinamika global yang masih cukup tinggi,” ujar Puteri Komarudin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Ia menambahkan, penguatan pasar modal harus menjadi bagian dari strategi besar dalam memperkuat sektor jasa keuangan nasional. Dengan sentimen pasar yang terjaga, aliran investasi diharapkan tetap stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, Puteri tetap menyatakan dukungannya terhadap delapan program prioritas OJK yang telah dipaparkan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI. Namun, ia kembali menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada implementasi yang tepat.

“Pada dasarnya, kami mendukung berbagai program prioritas ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran sektor jasa keuangan. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana memastikan setiap program dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun industri jasa keuangan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan MSCI. OJK juga berencana melakukan pertemuan lanjutan untuk memaparkan berbagai perbaikan yang telah dilakukan, termasuk peningkatan keterbukaan data emiten.

“Ke depan, kami akan terus melakukan perbaikan. Misalnya soal keterbukaan data, kita akan coba dari 9 menjadi 28. Namun, ternyata bisa kita granular lagi menjadi 35 subsektor. Harapannya ini bisa menjadi concern MSCI tentang keterbukaan emiten di bursa,” ujar Friderica.

Selain itu, Puteri juga mengingatkan OJK untuk mempercepat proses spin off Unit Usaha Syariah (UUS) pada perusahaan asuransi yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Ia menilai percepatan diperlukan agar target regulasi dapat tercapai tepat waktu dan mendukung penguatan sektor keuangan syariah nasional (red)