Berita Senayan
Network

Jaelani Soroti Deforestasi Picu Bencana, Minta Pengawasan Kehutanan Diperketat

Redaksi
Laporan Redaksi
Kamis, 02 April 2026, 15:04:41 WIB
Jaelani Soroti Deforestasi Picu Bencana, Minta Pengawasan Kehutanan Diperketat
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Jaelani



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Jaelani, menyoroti meningkatnya laju deforestasi yang dinilai berkontribusi langsung terhadap meningkatnya risiko bencana hidrometeorologis di Indonesia. Ia meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kehutanan (Kemenhut), untuk memperketat pengawasan dan tidak lagi mentoleransi praktik perusakan hutan.

“Peningkatan deforestasi merupakan sinyal bahaya bagi masa depan ketahanan lingkungan di Indonesia. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir, intensitas bencana hidrometeorologis di berbagai wilayah kian tinggi. Kita tidak bisa lagi melihat ini sebagai fenomena alam biasa, karena salah satu pemicu utamanya adalah hilangnya tutupan hutan kita,” ujar Jaelani di Jakarta, Kamis (2/4/2026).

Menurut Jaelani, kerusakan hutan yang terus terjadi telah memperbesar kerentanan wilayah terhadap bencana seperti banjir dan longsor. Ia menilai, aktivitas ekonomi berbasis lahan yang tidak terkendali menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat degradasi hutan.

Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan biasa, melainkan membutuhkan langkah tegas yang terukur, termasuk penindakan hukum terhadap pelaku deforestasi ilegal.

Lebih lanjut, Jaelani mengingatkan bahwa dampak kerusakan hutan telah dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama melalui bencana besar yang terjadi di wilayah Sumatera bagian utara.

“Bencana besar di pulau Sumatera bagian utara menjadi contoh kongkret betapa berbahayanya laju deforestasi bagi lingkungan di sekitarnya. Ribuan orang mengungsi dan kehilangan mata pencaharian. Ini adalah harga mahal yang harus dibayar akibat kelalaian kita dalam menjaga hutan,” tegasnya.

Untuk itu, ia mendorong Kemenhut memperkuat sistem pengawasan dengan memanfaatkan teknologi, termasuk pemantauan berbasis satelit, guna mendeteksi aktivitas ilegal di kawasan hutan secara cepat dan akurat.

“Maka sudah seharusnya Kementerian Kehutanan memperkuat penegakan hukum melalui peningkatan patroli terpadu dan penggunaan teknologi satelit,” ujarnya.

Jaelani berharap langkah pengawasan yang lebih ketat dapat menekan laju deforestasi sekaligus mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang (red)