Berita Senayan
Network

Hindun Anisah : Biaya Logistik Tinggi Picu Kenaikan Harga Pangan

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 31 Maret 2026, 17:00:53 WIB
Hindun Anisah : Biaya Logistik Tinggi Picu Kenaikan Harga Pangan
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Anisah.



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB Hindun Anisah menyoroti tingginya biaya logistik sebagai faktor utama yang dapat memicu kenaikan harga pangan di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.

Menurut Hindun, gangguan distribusi akibat ketidakpastian global akan berdampak langsung pada harga pangan di tingkat konsumen, terutama karena struktur biaya logistik di Indonesia yang masih relatif tinggi.

“Data menunjukkan biaya logistik rata-rata mencapai 14 persen dari harga produk. Kondisi ini membuat setiap hambatan distribusi, baik berupa kenaikan biaya bahan bakar maupun keterlambatan pengiriman, akan langsung mengerek harga pangan di pasar dalam negeri secara signifikan,” ujar Hindun di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam situasi krisis geopolitik, persoalan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi sangat bergantung pada kelancaran distribusi.

“Dalam situasi konflik global, persoalan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal distribusi. Ketika rantai distribusi terganggu, maka pasokan tersendah dan harga akan naik di tingkat konsumen,” katanya.

Hindun pun mendesak pemerintah segera mengambil langkah antisipatif guna menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi pangan tetap berjalan lancar.

“Kami meminta pemerintah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah harga pangan semakin naik akibat konflik di Timur Tengah,” ujarnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memperkuat pasokan domestik sebagai strategi menghadapi tekanan global, termasuk memanfaatkan capaian swasembada beras nasional.

“Swasembada beras yang berhasil dicapai Indonesia pada tahun 2025 harus dijadikan fondasi utama dalam menjaga stabilitas pangan nasional,” tegasnya.

Hindun juga mengapresiasi stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang mencapai 4,3 juta ton dan dinilai dapat menjadi instrumen efektif untuk meredam gejolak harga.

Ia menegaskan bahwa optimalisasi distribusi cadangan pangan menjadi kunci untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi krisis global.

“Kemandirian pangan adalah kunci kedaulatan bangsa agar tidak mudah terpengaruh oleh krisis global,” pungkasnya (red)