Berita Senayan
Network

Muhaimin Iskandar: Kreativitas Tak Boleh Dinilai Nol Rupiah

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 30 Maret 2026, 16:42:40 WIB
Muhaimin Iskandar: Kreativitas Tak Boleh Dinilai Nol Rupiah
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP PKB yang juga Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, menegaskan pentingnya pengakuan terhadap nilai kerja kreatif dalam sistem hukum, menyusul kasus yang menjerat videografer Amsal Christy Sitepu.

Menurut Muhaimin, pendekatan penilaian yang menganggap proses kreatif seperti ide, konsep, hingga produksi sebagai sesuatu yang tidak bernilai merupakan kekeliruan serius yang dapat berdampak luas pada perkembangan industri kreatif nasional.

“Proses kreatif adalah nyawa industri kreatif. Ia seharusnya dihargai sebagai keahlian, bukan justru dinihilkan apalagi dikriminalisasi. Ketika ide dan kreativitas dinilai Rp0, itu bukan sekadar keliru, itu berbahaya,” ujar Muhaimin di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam industri kreatif, nilai utama tidak hanya terletak pada hasil akhir, melainkan pada keseluruhan proses panjang yang melibatkan riset, eksplorasi, serta eksekusi karya yang kompleks.

Karena itu, ia menilai pendekatan konvensional dalam mengukur nilai ekonomi sebuah karya tidak dapat diterapkan secara kaku pada sektor kreatif.

Muhaimin juga mengingatkan bahwa cara pandang tersebut berpotensi memengaruhi dunia pendidikan, terutama dalam mendorong inovasi di kalangan generasi muda.

“Jika kreativitas dianggap tidak bernilai, kampus bisa kehilangan semangat mengajarkan inovasi. Lalu siapa yang akan berkarya? Siapa yang akan melanjutkan ekosistem ini?” katanya.

Ia menambahkan, sektor ekonomi kreatif saat ini menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia, mulai dari kreator konten hingga desainer. Oleh karena itu, perlindungan terhadap nilai kerja kreatif dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam konteks kebijakan nasional, Muhaimin menegaskan bahwa pemerintahan Prabowo Subianto berkomitmen memperkuat ekonomi kreatif sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

“Jangan sampai pendekatan yang keliru justru membuat para kreator takut berkarya. Kita butuh keberanian berinovasi, bukan ketakutan akibat salah tafsir,” ucapnya.

Ia pun menegaskan bahwa pengakuan terhadap nilai kreativitas merupakan fondasi penting dalam membangun daya saing bangsa ke depan.

“Kalau ingin ekonomi kreatif tumbuh, kita harus mulai dari hal paling mendasar: mengakui bahwa kreativitas itu bernilai. Bahkan, ia adalah fondasi,” tegasnya.

Muhaimin menutup dengan mengingatkan bahwa kebijakan hari ini akan menentukan masa depan ekosistem kreatif nasional.

“Jangan bunuh kreativitas. Lindungi, fasilitasi, dan hargai. Karena dari situlah masa depan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat dibangun,” pungkasnya (red)