Ratna Juwita Sari: WFH Bukan Solusi Hemat Energi
Sabtu, 28 Maret 2026, 11:30:56 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan kebijakan work from home (WFH) sebagai satu-satunya strategi dalam program penghematan energi nasional yang direncanakan mulai April 2026.
Ratna menilai pendekatan tersebut terlalu sempit dan berisiko mengabaikan aspek strategis dalam tata kelola energi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa kebijakan hemat energi harus disusun secara komprehensif dan tidak bersifat instan.
“WFH bukan solusi tunggal. Jangan sampai kebijakan hemat energi justru diambil secara instan tanpa perencanaan matang dan kajian komprehensif,” ujar Ratna di Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
Menurutnya, penghematan energi tidak cukup hanya melalui perubahan pola kerja aparatur sipil negara, melainkan harus menyasar sektor-sektor besar yang menjadi kontributor utama konsumsi energi nasional.
Ratna mendorong pemerintah untuk memperkuat langkah-langkah strategis, seperti peningkatan efisiensi energi di gedung-gedung pemerintah, optimalisasi sektor industri, serta penguatan transportasi publik.
“Kalau serius ingin hemat energi, jangan hanya mengubah pola kerja ASN. Perbaiki juga manajemen energi di gedung-gedung pemerintah, dorong efisiensi industri, dan optimalkan transportasi publik. Itu jauh lebih berdampak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penerapan WFH memiliki konsekuensi sosial dan ekonomi, termasuk potensi penurunan produktivitas, gangguan layanan publik, hingga peningkatan beban listrik rumah tangga.
Lebih lanjut, Ratna menekankan pentingnya langkah konkret seperti audit energi nasional, percepatan transisi energi terbarukan, serta efisiensi penggunaan listrik di fasilitas negara.
“Jangan sampai kebijakan ini terkesan simbolik. Hemat energi harus berbasis data, berbasis sektor prioritas, dan punya dampak nyata bagi negara,” tambahnya.
Ratna menegaskan DPR RI akan terus mengawal kebijakan tersebut agar tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan menjadi bagian dari transformasi energi nasional yang berkelanjutan (red)
Berita terkait
Rivqy Abdul Halim : Diversifikasi Energi...
Hindun Minta Pemerintah Perkuat Cadangan Pupuk...
Syafruddin Desak Presiden Prabowo Perkuat Diplomasi...
Amure Apresiasi Pembatalan PJJ, Pemerintah Diminta...
Sekjen DPR RI: DPR Mulai Hemat...
Tegas! Neng Eem : Sertifikasi Dapur...
Berita Terbaru
Rivqy Abdul Halim : Diversifikasi Energi...
Hindun Minta Pemerintah Perkuat Cadangan Pupuk...
