Berita Senayan
Network

Imas Ubudiyah: BUMN Karya Harus Benahi Jalur Mudik Berbahaya

Redaksi
Laporan Redaksi
Rabu, 18 Maret 2026, 19:24:01 WIB
Imas Ubudiyah: BUMN Karya Harus Benahi Jalur Mudik Berbahaya
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Imas Aan Ubudiyah



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, mendesak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya segera membenahi kondisi jalur mudik yang dinilai masih membahayakan keselamatan masyarakat.

Ia menyoroti berbagai persoalan di lapangan, mulai dari kemacetan panjang hingga kondisi jalan rusak dan proyek yang belum rampung di sejumlah titik strategis.

“BUMN karya harus hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman harus benar-benar diwujudkan,” ujar Imas dalam keterangannya, Rabu (18/3/2026).

Menurut dia, kondisi jalan berlubang, minimnya penerangan, serta pekerjaan konstruksi yang belum selesai menjadi ancaman nyata bagi para pemudik.

“Ini tidak bisa dianggap sepele. Jalan berlubang, perbaikan yang belum selesai, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemudik,” tegasnya.

Imas juga menekankan pentingnya langkah cepat dan konkret dari BUMN karya, termasuk percepatan perbaikan jalan serta optimalisasi manajemen lalu lintas di titik rawan kemacetan.

Selain itu, ia meminta adanya koordinasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah guna memastikan penanganan arus mudik berjalan efektif.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari lemahnya koordinasi dan lambannya respons. Mudik adalah momen kebahagiaan, negara harus memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman,” katanya.

Ia menambahkan, kesiapan penuh seluruh pihak menjadi kunci dalam menghadapi puncak arus mudik yang diperkirakan terus meningkat.

“BUMN karya harus siaga penuh. Jika diperlukan, lakukan rekayasa lalu lintas tambahan hingga percepatan perbaikan darurat,” pungkasnya.

Sejumlah titik yang menjadi sorotan antara lain jalur Pantura, Tol Trans Jawa, Tol Tangerang–Merak, jalur selatan Jawa, hingga beberapa ruas di Sumatera dan jalur penyeberangan Gilimanuk–Ketapang yang dilaporkan mengalami kepadatan dan kerusakan jalan (red)