Berita Senayan
Network

Rina Saadah: Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen, Pemerintah Waspada

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 17 Maret 2026, 13:57:56 WIB
Rina Saadah: Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen, Pemerintah Waspada
Anggota Komisi IV DPR RI F-PKB, Rina Sa'adah



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB, Rina Saadah, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gagal panen akibat musim kemarau panjang dan ekstrem yang diprediksi terjadi tahun ini.

Menurut Rina, ancaman kekeringan tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak langsung terhadap produksi beras nasional dan ketahanan pangan.

“Kita tidak bisa menganggap sepele ancaman musim kemarau yang berpotensi memicu cuaca panas ekstrem dan kekeringan. Pemerintah harus menyiapkan langkah antisipasi secara terukur dan terencana agar petani tidak mengalami gagal panen,” ujar Rina, Selasa (17/3/2026).

Peringatan tersebut merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering dari kondisi normal.

Rina menilai, kondisi ini menjadi alarm serius bagi sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air, khususnya untuk produksi padi.

“Langkah-langkah mitigasi harus dilakukan sejak sekarang. Jangan sampai ketika kemarau sudah berlangsung lama, pemerintah baru bergerak. Jika banyak sawah mengalami kekeringan dan gagal panen, dampaknya tentu akan terasa pada produksi beras nasional,” katanya.

Ia mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari memastikan sistem irigasi berfungsi optimal hingga menyediakan dukungan sarana air bagi petani.

Selain itu, Rina juga meminta Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah untuk segera memetakan wilayah rawan kekeringan agar intervensi dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

“Antisipasi sejak dini sangat penting agar musim kemarau tidak berdampak besar terhadap ketahanan pangan nasional,” pungkasnya (red)