Berita Senayan
Network

Lalu Hadrian Irfani: Jaga APBN Tetap Sehat, Pendidikan Harus Tetap Jadi Prioritas

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 17 Maret 2026, 15:15:56 WIB
Lalu Hadrian Irfani: Jaga APBN Tetap Sehat, Pendidikan Harus Tetap Jadi Prioritas
Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lalu Hadrian Irfani,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara efisiensi anggaran negara dan keberlanjutan sektor pendidikan sebagai prioritas nasional.

Menurut Lalu Hadrian, langkah efisiensi anggaran yang direncanakan pemerintah merupakan bagian dari strategi menjaga kesehatan fiskal, terutama di tengah tekanan ekonomi global yang tidak menentu.

“Dalam situasi tekanan ekonomi global seperti saat ini, efisiensi anggaran menjadi langkah yang tidak terhindarkan. Ini penting untuk menjaga kesehatan fiskal dan memastikan defisit APBN tetap terkendali,” ujar dia, Selasa (17/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak mengorbankan sektor pendidikan yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang bangsa. Jika anggaran pendidikan dipangkas, maka dampaknya akan langsung dirasakan dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menilai, pemangkasan anggaran pendidikan berisiko menurunkan kualitas layanan pendidikan, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah agar lebih selektif dalam menentukan pos anggaran yang akan diefisiensikan, dengan tetap memprioritaskan program-program strategis di bidang pendidikan.

Sebagai langkah konkret, Komisi X DPR RI akan melakukan pembahasan mendalam bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi guna memastikan kebijakan efisiensi tetap sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional.

“Komisi X akan mendalami rencana efisiensi ini bersama mitra kerja kami. Kami ingin memastikan bahwa kebijakan efisiensi tidak mengorbankan kualitas pendidikan dan tetap menjamin keberlanjutan program pendidikan,” pungkasnya (RED).