Berita Senayan
Network

Imas Aan Ubudiyah: Jalan Rusak dan Macet Ancam Keselamatan Pemudik

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 17 Maret 2026, 13:51:43 WIB
Imas Aan Ubudiyah: Jalan Rusak dan Macet Ancam Keselamatan Pemudik
Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Imas Aan Ubudiyah



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi VI DPR RI, Imas Aan Ubudiyah, menyoroti kondisi jalan rusak dan kemacetan di sejumlah jalur mudik yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan para pemudik pada Lebaran 2026.

Menurut Imas, masih ditemukannya jalan berlubang, proyek yang belum rampung, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani.

“Ini tidak bisa dianggap sepele. Jalan berlubang, perbaikan yang belum selesai, serta minimnya penerangan di beberapa ruas menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pemudik,” ujar Imas di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Ia juga menyoroti kemacetan panjang yang terjadi di sejumlah titik vital jalur mudik, yang tidak hanya menghambat perjalanan tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan.

Imas menegaskan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor karya harus bertanggung jawab dalam memastikan kondisi infrastruktur tetap layak dan aman digunakan masyarakat.

“BUMN karya harus hadir sebagai solusi, bukan justru menjadi bagian dari persoalan. Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang layak dan nyaman harus benar-benar diwujudkan,” kata dia.

Ia pun mendesak agar perbaikan jalan dipercepat serta manajemen lalu lintas di titik rawan kemacetan dioptimalkan, terutama menjelang puncak arus mudik.

Selain itu, Imas meminta adanya koordinasi yang lebih intensif antara BUMN karya dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan pemerintah daerah untuk memastikan penanganan arus mudik berjalan efektif.

“Jangan sampai masyarakat menjadi korban dari lemahnya koordinasi dan lambannya respons. Mudik adalah momen kebahagiaan, negara harus memastikan perjalanan mereka aman dan nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh pihak harus siaga penuh menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat dalam beberapa hari ke depan, termasuk dengan melakukan rekayasa lalu lintas tambahan dan penanganan darurat di lapangan.

“BUMN karya harus siaga penuh. Jika diperlukan, lakukan rekayasa lalu lintas tambahan, percepatan perbaikan darurat, hingga penambahan petugas di lapangan,” pungkasnya (red)