BEKASI, BERITA SENAYAN – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia mendorong masyarakat memanfaatkan program mudik gratis, termasuk layanan motor angkut gratis (Motis), guna meningkatkan keselamatan selama arus mudik Lebaran tahun ini.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengatakan penggunaan transportasi umum menjadi salah satu solusi untuk menekan potensi kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pemudik yang biasanya menggunakan sepeda motor.
Hal tersebut disampaikan Huda usai melakukan peninjauan kesiapan layanan angkutan mudik di Stasiun Kota Bekasi, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, pemerintah perlu memperluas akses masyarakat terhadap program mudik gratis agar lebih banyak pemudik yang beralih dari kendaraan roda dua ke transportasi massal.
“Keselamatan ini harus jadi perhatian semua pihak, termasuk di dalamnya terkait dengan meningkatkan subsidi bagi penyelenggaraan mudik supaya masyarakat bisa mengakses secara mudah berbagai kemudahan yang difasilitasi oleh pemerintah,” ujar Huda.
Ia menegaskan bahwa Komisi V DPR RI tidak melarang masyarakat menggunakan sepeda motor untuk mudik. Namun, pemerintah didorong untuk memfasilitasi konversi pemudik motor menuju moda transportasi umum melalui berbagai program yang tersedia.
“Kita tidak melarang, kita mendorong pemerintah sebanyak-banyaknya bisa mengkonversi. Yang tadinya mau pakai motor tapi difasilitasi pemerintah melalui moda gratis, semangatnya itu. Karena itu program motor angkut gratis (Motis) melalui kereta api termasuk kapal laut ini mohon agar bisa dimanfaatkan,” katanya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Fadholi, menekankan bahwa keselamatan mudik juga sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, aparat keamanan, hingga pemerintah daerah.
Menurutnya, Komisi V DPR RI telah menggelar rapat koordinasi terpadu bersama berbagai pemangku kepentingan, seperti Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia, serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
“Komisi V sudah mengadakan rapat secara terpadu dengan seluruh stakeholders, baik kepolisian, Basarnas, Kementerian PU, Kemenhub, dan BMKG. Masing-masing sudah mengambil jalan yang bagus, dan tidak kalah pentingnya adalah melakukan koordinasi dengan kepala daerah,” jelas Fadholi.
Komisi V DPR RI berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini berjalan aman, lancar, serta meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya (red)

Berita terkait