Berita Senayan
Network

Dave Akbarshah: Tiga WNI Masih Hilang Usai Ledakan Kapal Hormuz

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026, 21:38:05 WIB
Dave Akbarshah: Tiga WNI Masih Hilang Usai Ledakan Kapal Hormuz
Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dave Akbarshah Fikarno,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Dave Akbarshah Fikarno, menyoroti nasib tiga warga negara Indonesia (WNI) yang masih hilang setelah insiden ledakan kapal tugboat Mussafah 2 di kawasan Selat Hormuz.

Dave meminta pemerintah terus memantau proses pencarian yang dilakukan otoritas setempat serta memastikan perlindungan bagi WNI yang menjadi anak buah kapal (ABK) di wilayah perairan internasional.

“Kami menyampaikan turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia. Kami berharap ada keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan dan kejelasan mengenai penyebab peristiwa ini,” ujar Dave di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Insiden tersebut terjadi ketika kapal tugboat Mussafah 2 mengalami ledakan dan kebakaran sebelum akhirnya tenggelam di perairan Selat Hormuz. Kapal tersebut diketahui membawa sejumlah ABK, termasuk warga negara Indonesia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pemerintah, beberapa WNI berada di kapal tersebut saat kejadian berlangsung. Hingga kini tiga WNI masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat, sementara satu WNI dilaporkan selamat dan tengah menjalani perawatan akibat luka bakar di rumah sakit di Oman.

Legislator dari Partai Golkar itu menilai proses pencarian dan penyelidikan membutuhkan koordinasi lintas pihak karena lokasi kejadian berada di jalur pelayaran internasional yang melibatkan berbagai otoritas maritim.

“Kami masih menunggu progresnya karena proses pencarian dan penyelidikan ini melibatkan banyak pihak, bukan hanya pemerintah Indonesia,” jelas Dave.

Selain itu, Komisi I DPR juga mendorong adanya investigasi menyeluruh guna memastikan penyebab ledakan kapal tersebut. Menurut Dave, penyelidikan penting dilakukan untuk mengetahui apakah insiden itu terjadi karena faktor teknis, kesalahan operasional, atau berkaitan dengan dinamika keamanan di kawasan tersebut.

“Harus ada penyidikan yang mendalam agar ada ketegasan dan kejelasan mengenai sebab kejadian ini, apakah ini sebuah agresi atau kesalahan. Itu harus dipastikan melalui proses investigasi yang melibatkan semua pihak,” tegasnya.

Dave juga mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara WNI yang bekerja di luar negeri dengan perwakilan pemerintah Indonesia di berbagai negara.

Menurutnya, komunikasi tersebut menjadi langkah penting agar pemerintah dapat memantau pergerakan WNI serta memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat.

“Kami mendorong para WNI yang menjadi ABK untuk rutin berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di luar negeri agar pergerakan mereka dapat dipantau. Jika terjadi sesuatu, pemerintah dapat segera mengetahui posisi mereka dan melakukan langkah penanganan yang diperlukan,” pungkasnya (red)