Berita Senayan
Network

Andi Yuliani Paris: Harga Bawang dan Cabai Mulai Naik

Redaksi
Laporan Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026, 22:04:58 WIB
Andi Yuliani Paris: Harga Bawang dan Cabai Mulai Naik
Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Andi Yuliani Paris, menyoroti mulai naiknya harga sejumlah komoditas pangan di pasar yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Ia mengungkapkan temuan tersebut saat melakukan kegiatan reses di daerah pemilihannya. Menurutnya, beberapa kebutuhan pokok seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai rawit mengalami kenaikan harga meskipun belum terlalu signifikan.

“Dari hasil peninjauan di pasar saat reses, beberapa komoditas seperti bawang dan cabai memang mengalami kenaikan. Meski tidak terlalu tajam, kondisi ini tetap memengaruhi daya beli masyarakat,” ujar Andi di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurut Andi, kenaikan harga bahan pokok tersebut tetap perlu mendapat perhatian karena dapat berdampak pada masyarakat berpenghasilan rendah yang sangat bergantung pada stabilitas harga pangan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Panic buying sebaiknya dihindari karena justru dapat mendorong kenaikan harga di pasar,” katanya.

Selain itu, Andi menilai pemerintah perlu terus memantau perkembangan inflasi serta kondisi daya beli masyarakat secara berkala. Langkah tersebut penting untuk memastikan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global.

Ia juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara jika tekanan ekonomi global terus meningkat.

Menurutnya, program-program yang tidak secara langsung berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat dapat ditinjau kembali agar anggaran negara lebih difokuskan pada upaya menjaga kesejahteraan rakyat.

“Program-program yang tidak langsung berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat bisa ditinjau kembali skalanya, sehingga anggaran negara benar-benar difokuskan untuk menjaga kesejahteraan rakyat,” pungkasnya (red)