Berita Senayan
Network

Hetifah Sjaifudian: Santunan Yatim di Bulan Ramadhan Wujud Kepedulian Sosial Pengajian Al-Hidayah

Redaksi
Laporan Redaksi
Senin, 09 Maret 2026, 05:38:54 WIB
Hetifah Sjaifudian: Santunan Yatim di Bulan Ramadhan Wujud Kepedulian Sosial Pengajian Al-Hidayah
Santunan Anak Yatim yang digelar oleh DPP Pengajian Al-Hidayah



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, menegaskan pentingnya memperkuat kepedulian sosial selama bulan Ramadan melalui kegiatan santunan kepada anak yatim dan berbagi dengan sesama.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan santunan, tadarus Al-Qur’an, dan buka puasa bersama yang diselenggarakan DPP Pengajian Al-Hidayah pada Jumat (7/3/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menjemput Maghfiroh Melalui Tadarus dan Berbagi”.

Acara dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus organisasi, di antaranya Ketua Dewan Pembina Pengajian Al-Hidayah Sri Suparni Bahlil, Wakil Ketua Umum Pengajian Al-Hidayah Siti Marhamah Mujib, Rita Fitria Ace, jajaran Hasta Karya, perwakilan organisasi perempuan Muslim, serta pengurus pusat dan daerah Pengajian Al-Hidayah. Selain secara luring, kegiatan juga diikuti secara daring oleh pengurus provinsi hingga kabupaten/kota dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, DPP Pengajian Al-Hidayah memberikan santunan kepada anak-anak yatim dan piatu dari wilayah Jakarta Barat. Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya menumbuhkan rasa syukur di bulan suci Ramadan.

Selain santunan, acara juga diisi dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Uthari dan diikuti peserta secara langsung maupun daring. Tadarus dilakukan sebagai bagian dari amaliah Ramadan untuk memperkuat kedekatan spiritual dengan Al-Qur’an.

Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Dewan Pakar DPP Pengajian Al-Hidayah, Rumadani Sagala. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memahami keutamaan bulan Ramadan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sekaligus bulan penuh ampunan.

Rumadani menjelaskan bahwa membaca Al-Qur’an memiliki beberapa tingkatan makna, mulai dari qira’ah atau membaca secara rutin, tilawah yang dilakukan dengan memperhatikan tajwid dan makna, tadarus yang dilakukan bersama untuk saling menyimak, hingga tadabur yang berarti merenungkan kandungan Al-Qur’an.

Ia juga mengingatkan bahwa pahala puasa dapat berkurang akibat berbagai penyakit hati seperti suudzon atau buruk sangka, tajassus atau mencari-cari kesalahan orang lain, serta ghibah atau menggunjing. Menurutnya, perilaku tersebut juga sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui media sosial.

Selain itu, Rumadani menekankan larangan mengolok-olok atau melakukan perundungan terhadap orang lain, sebagaimana diingatkan dalam ajaran Al-Qur’an.

Sebagai penutup, ia mengajak umat Islam memperbanyak istigfar dan sedekah sebagai cara menjaga kualitas ibadah puasa. Sedekah, menurutnya, memiliki nilai sosial yang sangat besar karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tetapi juga oleh orang lain.

Rangkaian kegiatan amaliah Ramadan DPP Pengajian Al-Hidayah tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bentuk kebersamaan dan silaturahmi antar pengurus serta para peserta yang hadir (red)