Amelia Anggraini: Konflik Israel-Iran Bisa Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Rabu, 04 Maret 2026, 13:45:58 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mengingatkan potensi dampak ekonomi global akibat meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran. Ia menilai konflik terbuka antara kedua negara tersebut dapat memicu gangguan distribusi energi dunia dan berdampak pada perekonomian Indonesia.
Menurut Amelia, salah satu risiko terbesar adalah potensi terganggunya jalur distribusi energi global, terutama melalui kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan minyak dunia.
“Eskalasi konflik ini dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang pada akhirnya berdampak langsung pada perekonomian Indonesia,” ujar Amelia dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor minyak mentah. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2025, sekitar 30,39 persen kebutuhan minyak mentah untuk kilang BBM nasional masih dipenuhi dari impor.
Menurut politisi Fraksi Partai NasDem tersebut, kenaikan harga energi global berpotensi menimbulkan tekanan fiskal terhadap negara, meningkatkan inflasi, serta menaikkan biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri.
“Kenaikan harga energi akan berimplikasi pada beban fiskal negara, tekanan inflasi, serta meningkatnya biaya produksi dan distribusi barang,” jelas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah VII itu.
Selain aspek ekonomi, Amelia juga menilai ketegangan geopolitik tersebut dapat memicu ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas nilai tukar rupiah serta arus investasi ke Indonesia.
Karena itu, ia mendorong pemerintah segera memperkuat ketahanan energi nasional, termasuk mengamankan rantai pasok energi dan jalur maritim strategis Indonesia.
Di sisi lain, Amelia menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Ia meminta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia aktif mendorong upaya diplomasi internasional untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.
Selain itu, ia juga mendorong Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengambil peran lebih aktif dalam memediasi konflik agar eskalasi tidak berkembang menjadi konflik regional yang lebih besar.
“Langkah diplomatik yang tegas dan kolektif sangat diperlukan agar konflik tidak berkembang menjadi krisis regional yang lebih destruktif,” pungkasnya (red).
Berita terkait
Abdullah Minta Komnas HAM dan LPSK...
Konflik AS-Israel vs Iran Makin Memanas,...
Andina Narang: DPR Dorong Peran Aktif...
Heru Tjahjono Minta KBRI Siaga Lindungi...
Gus Abduh: Penembakan Pemuda Makassar Harus...
Neng Eem: Menu MBG Ramadan Harus...
Berita Terbaru
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
