Berita Senayan
Network

Syamsu Rizal Dorong Diplomasi Aktif Redam Konflik Pakistan-Afghanistan

Redaksi
Laporan Redaksi
Jumat, 27 Februari 2026, 12:44:59 WIB
Syamsu Rizal Dorong Diplomasi Aktif Redam Konflik Pakistan-Afghanistan
Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syamsu Rizal,



JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal, mendorong pemerintah Indonesia mengedepankan diplomasi aktif untuk membantu meredam eskalasi konflik antara Pakistan dan Afghanistan yang kian memanas pasca-serangan lintas wilayah di sepanjang perbatasan kedua negara.

Menurut Syamsu Rizal, peningkatan ketegangan di kawasan tersebut berpotensi memperluas dampak keamanan regional dan berdampak pada keselamatan warga sipil, termasuk WNI yang berada di dua negara tersebut. Karena itu, peran diplomasi Indonesia dinilai penting untuk mendorong penahanan diri semua pihak.

“Indonesia harus konsisten mengedepankan diplomasi dan seruan penahanan diri agar konflik tidak meluas. Stabilitas kawasan penting bagi keselamatan warga sipil,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (27/2).

Ia menegaskan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia perlu aktif memantau dinamika lapangan sekaligus menjalin komunikasi dengan perwakilan RI di masing-masing negara untuk memastikan kondisi WNI tetap terpantau.

Selain pendekatan diplomatik, Syamsu Rizal meminta pemerintah menyiapkan kajian strategis terkait peta risiko keamanan WNI di wilayah konflik. Pemetaan risiko tersebut diharapkan menjadi dasar langkah mitigasi lintas kementerian dan lembaga.

“Kajian situasi dan peta risiko penting agar pemerintah punya gambaran utuh potensi ancaman terhadap WNI. Ini perlu ditindaklanjuti bersama pemangku kepentingan strategis,” tegasnya.

Sebagai mitra kerja bidang luar negeri dan pertahanan, Komisi I DPR RI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk memantau perkembangan konflik serta memastikan langkah perlindungan WNI berjalan optimal. Syamsu Rizal menilai kesiapsiagaan menjadi kunci di tengah eskalasi konflik yang dinamis.

Ia menambahkan, meningkatnya ketegangan di berbagai kawasan global menuntut Indonesia memperkuat mekanisme peringatan dini dan perlindungan WNI, termasuk opsi evakuasi bila situasi memburuk.

“Diplomasi, kesiapsiagaan, dan perlindungan WNI harus berjalan beriringan di tengah eskalasi konflik global,” pungkasnya (red)


Berita terkait

Neng Eem Marhamah Zulfa Soroti Bahaya Komplikasi Wabah Campak
Neng Eem Marhamah Zulfa Soroti Bahaya...
27 Februari 2026, 13:50:28
Sikapi Insiden di UIN Sultan Syarif Kasim Riau, Habib Syarief Muhammad: SOP Keamanan Kampus Wajib Diperketat
Sikapi Insiden di UIN Sultan Syarif...
27 Februari 2026, 12:36:36
Pembacokan di UIN Suska Riau, Hetifah Sjaifudian: Kekerasan di Kampus Tak Bisa Ditoleransi
Pembacokan di UIN Suska Riau, Hetifah...
27 Februari 2026, 11:30:00