JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, menyoroti bahaya komplikasi serius akibat wabah campak yang kembali meningkat di berbagai daerah. Ia mengingatkan, campak bersifat imunosupresif dan dapat melumpuhkan daya tahan tubuh anak, sehingga risiko komplikasi fatal kian besar bila perlindungan imunisasi tidak merata.
Menurut Neng Eem, dampak klinis campak tidak bisa diremehkan. Penyakit ini berpotensi memicu pneumonia, diare berat hingga dehidrasi akut, serta ensefalitis yang dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada tumbuh kembang anak. Ia menilai lonjakan kasus harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap keselamatan generasi muda.
“Campak bukan penyakit ringan. Dampaknya bisa fatal, terutama pada anak dengan status gizi buruk atau imunitas rendah. Ini alarm bagi kita semua,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Ia meminta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat respons klinis dan kesiapan layanan kesehatan di daerah terdampak. Menurutnya, fasilitas kesehatan perlu memastikan deteksi dini, rujukan cepat, serta ketersediaan layanan perawatan bagi anak dengan komplikasi berat.
Selain respons medis, Neng Eem menekankan pentingnya perbaikan strategi komunikasi publik untuk melawan misinformasi vaksin yang memicu penolakan imunisasi. Pelibatan tenaga kesehatan dan tokoh masyarakat dinilai krusial agar pesan kesehatan diterima luas.
Ia menambahkan, pembentukan kekebalan kelompok hanya bisa tercapai bila cakupan imunisasi tinggi dan merata. Tanpa itu, penularan akan terus berulang dan membebani sistem kesehatan nasional.
“Negara harus hadir bukan hanya dengan layanan kuratif, tapi juga pencegahan kuat. Anak-anak kita berhak terlindungi dari penyakit yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkas Neng Eem (red).

Berita terkait