JAKARTA, BERITA SENAYAN – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengkritik fokus penggunaan anggaran pendidikan yang dinilai terlalu menitikberatkan pada program makan bergizi gratis (MBG), sementara kesejahteraan guru dan dosen masih terabaikan.
Menurut Bonnie, kebijakan pendidikan semestinya tidak hanya mengejar program baru yang populis, tetapi memastikan dampak nyata bagi aktor utama dunia pendidikan: para pengajar. Ia menilai alokasi anggaran akan lebih tepat sasaran jika diarahkan untuk memperbaiki kesejahteraan guru dan dosen yang hingga kini masih jauh dari layak.
“Hampir 40 persen dosen di berbagai perguruan tinggi, terutama perguruan tinggi swasta, menerima gaji di bawah Rp3 juta. Kalau ada efisiensi anggaran, seharusnya bisa dialihkan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengajar,” kata Bonnie saat jumpa pers di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Bonnie juga menyoroti stagnasi tunjangan dosen dengan jabatan lektor kepala yang disebutnya hanya sekitar Rp900 ribu dan tidak mengalami perubahan signifikan selama puluhan tahun. Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan rendahnya prioritas negara terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
“Bahkan untuk lektor kepala, tunjangannya hanya Rp900 ribu dan sudah berlangsung hampir 25 tahun tanpa perubahan. Ini gambaran problem struktural di dunia pendidikan kita,” ujarnya.
Selain itu, Bonnie menyinggung kasus guru yang diangkat sebagai PPPK menjelang pensiun di Kabupaten Gowa dan Jawa Tengah sebagai bukti bahwa kebijakan kepegawaian belum berpihak pada nasib pengajar. Menurutnya, fokus anggaran pada MBG semestinya tidak mengorbankan perbaikan sistemik bagi guru dan dosen.
Senada, Anggota Komisi X DPR RI dari PDI Perjuangan lainnya, Denny Cagur, menegaskan Komisi X DPR mendorong agar anggaran pendidikan benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan guru serta peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Kami ingin setiap rupiah anggaran pendidikan menyentuh sektor yang benar-benar memperbaiki kualitas pendidikan, termasuk kesejahteraan guru,” kata Denny (red)

Berita terkait