Syamsu Rizal: Misi TNI di Gaza Harus Utamakan Perdamaian
Rabu, 11 Februari 2026, 13:31:02 WIB
JAKARTA, BERITA SENAYAN – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB, Syamsu Rizal atau Deng Ical, menegaskan bahwa rencana pengiriman sekitar 8.000 prajurit TNI ke Jalur Gaza harus benar-benar berorientasi pada misi perdamaian dan perlindungan warga sipil.
Rencana tersebut berkaitan dengan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF) yang menjadi bagian dari inisiatif Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang digagas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk meredakan konflik di Jalur Gaza.
Menurut Deng Ical, pemerintah Indonesia harus memastikan kejelasan mandat, pola penempatan, serta kesiapan personel sebelum pasukan diberangkatkan ke wilayah konflik tersebut.
“Pasukan TNI harus mampu menjalankan mandat perdamaian, termasuk berupaya mencegah terjadinya pembunuhan warga sipil. Ini tentu bukan tugas yang ringan,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Ia mengingatkan bahwa situasi keamanan di Gaza masih sangat rawan, sehingga keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama dalam setiap pengambilan kebijakan.
Deng Ical juga menekankan pentingnya profesionalisme dan netralitas TNI selama menjalankan misi. Ia meminta agar pasukan Indonesia tidak terlibat dalam benturan langsung, baik dengan tentara Israel maupun kelompok Hamas.
“Tujuan utama kita adalah perdamaian. Kehadiran TNI harus menjadi bagian dari solusi untuk menghentikan kekerasan dan melindungi masyarakat sipil di Gaza,” tegasnya.
Dengan pendekatan yang matang dan terukur, ia berharap kontribusi Indonesia dapat memperkuat upaya perdamaian berkelanjutan di Palestina tanpa mengorbankan keselamatan prajurit (red)
Berita terkait
Abdullah Minta Komnas HAM dan LPSK...
Amelia Anggraini: Konflik Israel-Iran Bisa Picu...
Konflik AS-Israel vs Iran Makin Memanas,...
Andina Narang: DPR Dorong Peran Aktif...
Heru Tjahjono Minta KBRI Siaga Lindungi...
Gus Abduh: Penembakan Pemuda Makassar Harus...
Berita Terbaru
Menutup Rangkaian Ramadhan, FOSTA FPG DPR...
Paradoks Khamenei: Imam Tertinggi Revolusi Penggemar...
